oleh

Mudik Lebaran, Waspadai 43 Titik Rawan Macet

Kabar6-Koordinator angkutan Lebaran Nasional 2012 Suroyo Alimoeso mengaku hingga tiga minggu sebelum Lebaran, masih banyak jalan dan jembatan yang diperbaiki. Akibatnya kemacetan tak bisa dihindari. Namun demikian, Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum menjanjikan pada H-10 semua perbaikan jalan akan selesai.

Suroyo yang juga Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan masa angkutan Lebaran tahun ini dimulai dari H-15 hingga H+15. Adapun untuk jalur laut akan mulai terlihat pada tanggal 4 Agustus arus mudik dan 4 September arus balik, dikarenakan jarak berlayar ke luar pulau Jawa memakan waktu tiga hingga satu minggu perjalanan.

Kemudian jalur darat menggunakan kereta api, angkutan sungai danau penyebrangan(ASDP) dan pesawat udara arus mudik diprediksi mulai tanggal 12 Agustus dan arus balik puncaknyanya 27 September 2012 (H-7 hingga H+7).

“Untuk masa angkutan Lebaran tahun ini, Kemenhub dipimpin langsung Menteri Perhubungan. Persiapannya sudah banyak termasuk peninjauan langsung ke lapangan seperti di Jawa (Pantura) yakni Cirebon-Semarang, ke pelabuhan penyeberangan Merak Banten, dan jalur pantai Selatan Jawa (Pansela) yakni Nagrek-Malangbong-Gentong,” ucap Suroyo.

TIGA JALUR

Dijelaskannya, khusus di Pulau Jawa, masyarakat selama mudik Lebaran akan menggunakan tiga jalur lalulintas darat yakni Jalur Utara, jalur Tengah dan jalur Selatan.

Untuk jalur Utara, kata Suroyo rawan macet banyak disebabkan pasar tumpah, penyelesaian jalan yang belum selesai dan tidak adanya lampu penerangan.

Dia menjelaskan di Jalur Pantura, Cirebon menuju Semarang dari peninjauan di Ciregol (ruas jalan antara Prupuk dan Bumiayu) ada yang longsor dan mengakibatkan penyempitan ruas jalan.

Selain itu, pada titik Jembatan Kabuyutan di Cirebon yang pembangunannya saat ini belum selesai, “Untuk Simpang Pejagan, jika terjadi antrian yang padat, kendaraan yang akan menuju Pantura arah Timur, akan dikeluarkan melalui Tol Kanci.

Perlu diwaspadai oleh semua pemudik yakni pasar tumpah yang sering menjadi penghambat lalu lintas seperti di Eretan, Karangampel, Celancang Cirebon, dan pertigaan Pilang Sari.

PASAR TUMPAH

Mengenai pasar tumpah, lanjut Suroyo, Menteri Perhubungan EE Mangindaan sudah meminta intansi terkait melakukan pengawasan bersama. Termasuk terhadap becak yang berseliweran di jalur Pantura atau mudik serta angkutan umum yang berhenti/ngetem sembarangan dan masyarakat yang menyeberang sembarangan ditertibkan, karena selama ini ketiganya salah satu penyebab kecelakaan selama musim mudik Lebaran.

Peta lokasi daerah rawan macet di ruas pantai utara Jawa (Pantura) untuk arus mudik tahun ini dikarenakan pasar tumpah dan angkutan umum ngetem sembarangan dan persimpangan atau pertemuan dengan wilayah kota .

25 TITIK

Menurut Suroyo, di jalur mudik Pantura Jawa Barat, titik rawan macet disebabkan oleh pasar tumpah dan simpang yang totalnya sebanyak 25 lokasi meliputi simpang Jomin, simpang tiga Cikampek, simpang tiga Karang Sinom, dan simpang tiga Jangga.

Sedangkan untuk jalur Tengah yang menghubungan utara ke selatan, kemungkinan macet di Cirebon , Malabong. Tapi di daerah yang mau ke arah Tasik (tanjakan) dan Bandung Turunan sudah ada jalur alternatif yakni di daerah Gentong. “Artinya ada jalur pemisah antara yang mau masuk Tasik dan mau masuk ke Bandung ,” papar Suroyo.

Sementara itu Kementerian PU mensinyalir pasar tumpah kini sudah bertambah menjadi 44 titik. Di Jawa Barat antara lain ada di Pasar Sukamandi, Ciasem, Pusaka Negara, Sukra, Patrol, Eretan, Jatibarang, Tegal Gubug, Pasaman, Pasar Kue, dan Pasar Gebang.

Selain di Jalur Pantura Jawa Barat pasar tumpah juga banyak terdapat di Jalur Pantura Jawa Tengah. Lokasi ini juga berpotensi menjadi pusat kemacetan yang cukup parah pada puncak arus mudik Lebaran.

Pasar tumpah di Pantura Jawa Tengah yang selama ini cukup menghambat kelancaran arus lalu lintas antara lain adalah pasar Losari dan Tanjung (Brebes), pasar Surodadi (Tegal), pasar Taman, Comal dan Petarukan (Pemalang), pasar Wiradesa dan Grogolan (Pekalongan), pasar Batang, Tulis dan Subah (Batang).

Sedangkan untuk wilayah Kendal, terdapat pasar Weleri, Cepiring dan Kaliwungu, pasar Mangkang, Karangayu, Jatingaleh, Johar dan Genuk (Semarang), pasar Sayung, Buyaran dan Gajah (Demak), pasar Jati dan Kliwon (Kudus).(PK/sak)

 

Berita Terbaru