oleh

Monyet Berpakaian Rompi Anti Peluru Mati dalam Baku Tembak Polisi Meksiko dengan Kartel

Kabar6-Polisi Meksiko menembak mati sedikitnya 10 tersangka kriminal di Texcaltitlan, sementara 10 lainnya berhasil diringkus. Menurut Kantor Kejaksaan Agung negara bagian (FGJ), sebuah ‘kelompok bersenjata berat’ menyerang petugas keamanan selama operasi di 60 mil barat daya Mexico City.

Petugas dari kantor FGJ dan Garda Nasional, melansir massesmedia, menembak mati tersangka anggota kartel La Familia Michoacana Meksiko saat mengejar pemimpin kartel tersebut. “Petugas merespons dengan kekuatan yang sah,” terang kata FGJ, ketika anggota kartel bersenjata lengkap menyerang mereka di jalan raya Toluca-Texcaltitlan.

Tiga dari 10 penjahat yang ditahan menerima perawatan medis setelah mengalami luka-luka selama baku tembak. Seorang lagi tewas karena cedera kemudian di rumah sakit. Dari mereka yang ditahan, sedikitnya tiga orang perempuan dan satu orang anak yang berusia kurang dari 15 tahun.

Namun satu korban tak terduga adalah monyet peliharaan yang mengenakan rompi antipeluru dan jaket kamuflase. Monyet itu ditemukan tewas dengan tangan melingkari pemiliknya yang berusia 20-an tahun, yang juga tewas dalam baku tembak.

Hewan jenis monyet laba-laba itu juga memakai popok. Gambar-gambar monyet ‘pembunuh bayaran’ itu beredar secara online, dengan banyak anggota masyarakat yang percaya bahwa foto-foto itu palsu. Namun itu adalah nyata dan pihak kepolisian telah mengkonfirmasi.

Monyet itu kemungkinan besar diperdagangkan oleh geng narkoba, mengingat itu jenisnya diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Bangkai monyet itu akan menjalani nekropsi (otopsi untuk hewan) oleh dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Zooteknik Universitas Otonom Negara Bagian Meksiko. ** Baca juga: ‘Istirahat’ Sejenak dari Pertempuran, Tentara Ukraina Nikahi Prajurit Wanita di Tengah Perang Berkecamuk

“Penyelundup narkoba Meksiko meniru dari narkotika kartel Medellin kebiasaan memperoleh hewan eksotis dan mendirikan kebun binatang pribadi,” kata David Saucedo, analis keamanan. “Menurut kode aristokrasi perdagangan narkoba, memiliki kebun binatang pribadi adalah prasyarat untuk menjadi bagian dari lingkaran pengedar narkoba besar-besaran.”

Ditambahkan, “Beberapa capo kartel narkoba, seperti pemimpin Zetas Heriberto Lazcano, memperoleh hewan eksotis untuk menyiksa atau menghilangkan korbannya. “Beberapa musuhnya dimakan oleh harimau atau buaya yang disimpan Zeta di kandang atau kandang mereka.” (ilj/bbs)