oleh

Menyedihkan, Seekor Rusa Hutan Mati dengan Perut Penuh Sampah Seberat Tujuh Kilogram

Kabar6-Sebuah peristiwa menyedihkan menimpa seekor rusa hutan di Thailand. Hewan itu ditemukan mati dengan sebanyak tujuh kilogram sampah dalam perutnya.

Petugas Taman Nasional Khun Sathan di Thailand, melansir BBC, mengatakan bahwa dengan ditemukannya kasus kematian rusa akibat sampah yang dimakannya, menunjukkan bahwa sampah sudah banyak ditemukan di hutan, laut dan sungai di daerah Taman Nasional tersebut.

“Temuan plastik di dalam perut, merupakan salah satu penyebab matinya rusa hutan ini,” kata Kriangsak Thanompun, direktur Taman Nasional Khun Sathan.

Secara alami, ketika sampah yang tidak bisa hancur ada di usus, maka akan mengakibatkan saluran pembuangan dari hewan tersebut terganggu. Hal inilah yang disinyalir membuat sampah-sampah dalam perut rusa tadi mengendap hingga mencapai berat tujuh kilo.

Taman Nasional Thailand lantas merilis beberapa foto sampah yang sudah dikeluarkan dari perut rusa malang itu. Rusa yang beratnya sekira 200 kg dengan panjang 230 cm dan tinggi 135 cm ini diperkirakan mati dua hari sebelum ditemukan.

Penyebab utamanya memang sampah yang menyumbat usus rusa. Tidak ada tanda-tanda perburuan, termasuk luka-luka di tubuh rusa jantan berusia 10 tahun itu. Namun para petugas mengatakan, kondisinya cukup mengenaskan dengan bulu rontok dan kuku kaki depan terlepas.

Fakta lain juga menguatkan bahwa bukan tidak mungkin hewan lain akan mengalami hal yang sama. Terlebih Thailand termasuk salah satu negara pengguna plastik terbesar dengan pemakaian kantong plastik sekali pakai sekira 3.000 kali dalam setahun, untuk penggunaan apa pun.

Kejadian ini keruan saja membuat ratusan netizen marah di laman Facebook Taman Nasional Thailand. Mereka banyak menyatakan kesedihan karena sedikitnya makanan di hutan sehingga rusa atau binatang lain makan apa yang mereka dapat. ** Baca juga: Peneliti Inggris Temukan Fosil Monster Laut Berusia 520 Juta Tahun dengan 18 Tentakel di Mulutnya

Menjaga lingkungan tidak hanya untuk kepentingan manusia, tapi juga menjaga kelestarian makhluk hidup lainnya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru