Menurut Ahli, Begini Dampak Buruk Deodoran

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Untuk meminimalisir bau badan, sebagian orang memakai deodoran. Di sisi lain, banyak juga yang beranggapan bahwa deodoran dapat menyebabkan kanker. Meskipun belum diketahui kepastiannya, para ahli justru menyebut bahan kimia dalam penyegar ketiak tersebut bisa membuat orang menjadi lebih sensitif.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 1.100 orang di Australia, melansir womantalk, disebutkan bahwa lebih dari seperempat responden menderita reaksi buruk setelah rutin menggunakan deodoran, seperti serangan asma, migrain, dan masalah kulit.

Profesor Anne Steinemann, penulis utama penelitian dari Universitas Melbourne, mengatakan bahwa orang yang terpapar bahan kimia tertentu secara terus menerus, dapat menjadi lebih sensitif terhadap bahan kimia apapun, dan kemungkinan menderita Multiple Chemical Sensitivities (MCS).

Akibatnya, hampir 60 persen responden yang menderita penyakit ini mengaku tidak bisa pergi ke toilet umum yang menggunakan wewangian. Lebih dari setengah responden juga mengatakan kalau mereka tidak bisa lagi mencuci tangan dengan sabun wangi. Semua ini bisa disebabkan oleh penggunanaan deodoran dalam jangka waktu lama. ** Baca juga: Agar Hasilnya Maksimal, Hindari Konsumsi 3 Makanan Ini Sebelum Olahraga

Meskipun terkesan sepele, menurut Profesor Steinemann, MCS adalah penyakit yang serius dan berpotensi melumpuhkan. Untuk itulah, Profesor Steinemann menyarankan orang untuk tidak ragu memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala asma, migrain, dan masalah kulit setelah terpapar bahan kimia.(ilj/bbs)