oleh

Menteri Teten Masduki: BMI Salah Satu Koperasi Terbaik di Indonesia

Kabar6-Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UKM) Teten Masduki menyatakan, bahwa koperasi asal Kabupaten Tangerang, yakni Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI) merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Koperasi BMI ini salah satu yang terbaik se-Indonesia. Itulah kenapa saya putuskan untuk datang ke sini,” ujar Teten saat memberikan sambutan di acara rapat anggota tahunan (RAT) Kopsyah dan Kopmen BMI, Tahun Buku 2019 di The Spring Club, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/1/2020).

“Dalam waktu yang pendek, Kopsyah BMI ini bisa tumbuh demikian pesat. Tadi kita lihat hasil pertumbuhan koperasinya. Kalau kita bandingkan, sekarang ini pertumbuhan ekonomi nasional kita kan 5 persen. 5 persen itu sudah lebih hebat dibadingkan negara-negara tetangga lain yang di bawah itu, karena ekonomi dunia sedang lesu dan berimbas ke kita,” lanjut Teten dalam sambutannya.

Bukan tanpa alasan Menteri Teten menganggap Kopsyah BMI jadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Koperasi yang diketuai oleh Kamaruddin Batubara ini mencatatkan pertumbuhan kinerja, diantaranya kenaikan modal dari 186,9 miliar menjadi 230 miliar, atau tumbuh 23,1 persen. Kenaikan aset dari 499,3 miliar menjadi 620 miliar, atau naik 22,1 miliar.

Pertumbuhan juga terlihat dari kenaikan omzet dari 688,1 miliar menjadi 840 miliar (22,1 persen). Demikian juga dengan simpanan darj 203,3 miliar menjadi 253 miliar (24,7 persen).

Piutang juga meningkat drastis dari 340,2 miliar menjadi 431 miliar (26,7 persen). Karyawan bertambah dari 686 orang menjadi 761 orang (10,9 persen), dengan pertambahan anggota sebesar 12,6 persen, yakni dari 144.545 orang menjadi 162.763 orang.

Selain itu, pada tahun sebelumnya, Kopsyah BMI juga meluncurkan koperasi konsumen yang kini telah memiliki modal 8,3 miliar, aset 19,3 miliar, omzet 20,8 miliar dengan karyawan 100 orang dan anggota 78.793 orang.

Teten mengakui merasa senang atas pencapaian Kopsyah BMI yang dinakhodai Kamaruddin Batubara selaku Presiden Direktur. Hal ini lantaran menurut penilayannya, rata-rata kinerja koperasi di Indonesia tidak baik.

**Baca juga: Presiden Direktur Kopsyah BMI: Koperasi Harus Berdayakan Usaha Mikro.

“Saya kemana-mana, reputasinya (koperasi) tidak baik. Jadi kita perlu memperbaiki image, citra koperasi. Ini penting. Kita perlu re-branding, salah satunya kita munculkan koperasi-koperasi yang terbaik ini,” jelas Teten.

Sementara itu, Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menegaskan, koperasi adalah jawaban untuk perekonomian di Indonesia. “Sudah saatnya kita warga Indonesia mengelola bisnis dengan badan hukum koperasi. Karena koperasi itu semangatnya gotong royong dan kekeluargaan. Kami dengan hanya Rp100 ribu perorang, kami sudah punya empat toko bangunan, minimarket, grosir dan kafe dan tidak ada penguasaan individu,” pungkas Kamaruddin. (Ris)

Berita Terbaru