oleh

Mengerikan! TikToker Asal Pakistan Diserang Ratusan Pria Secara Seksual Saat Syuting

Kabar6-Seorang TikToker cantik di Pakistan bernama Ayesha Akram, diserang secara seksual oleh ratusan pria, saat sedang syuting di taman. Polisi setempat kini menyelidiki serangan mengerikan itu.

Akram, melansir Vice, diketahui berada di Minar-e-Pakistan, sebuah taman monumen nasional di Lahore, untuk memfilmkan orang-orang yang merayakan Hari Kemerdekaan Pakistan pada siang hari. Kemudian, sekelompok besar pria mendekatinya untuk mengambil foto narsis. Dan yang terjadi selanjutnya adalah serangan mengerikan, di mana para pria mulai merobek pakaiannya dan terus menyerangnya.

“Saya tidak bisa mengerti apa-apa. Orang-orang menyiksa dan membelai saya. Tidak ada bagian tubuh saya yang tidak memar,” kata Akram dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

Wanita itu mencoba melarikan diri dari para pria itu, tetapi diangkat dari tanah dan dilempari benda-benda. Akram menambahkan, cincin dan anting-antingnya dirampas. Sebuah ponsel, kartu identitas dan uang tunai juga diduga dicuri dari salah satu temannya.

Rekaman insiden itu telah segera menjadi viral dan memicu kemarahan publik di Pakistan. Penyanyi dan penulis lagu Pakistan, Farhan Saeed, menulis di Twitter bahwa dia ‘jijik, marah, patah hati, dan malu’ dengan serangan itu.

“Malu menjadi seorang pria hari ini, malu bahwa orang-orang di negara ini terus melakukan tindakan mengerikan ini setiap hari, malu bahwa hukum negara saya tidak menggantung predator ini sehingga ini tidak terjadi lagi,” demikian Saeed.

Putri mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, Maryam Nawaz, menuliskan, “Adegan yang menyayat hati di Minar-e-Pakistan memerlukan introspeksi kolektif.” ** Baca juga: Mantan Karyawan Lepas Singa Milik Bosnya ke Jalan Raya untuk Balas Dendam Karena Dipecat

Dalam sebuah pernyataannya, Amnesty International mengatakan bahwa mereka khawatir dengan serangan terhadap seorang wanita di Lahore di siang bolong pada 14 Agustus lalu. “Pada saat negara sedang dilanda pembunuhan Noor Mukadam dan Qurat ul Ain, episode ini semakin menambah kengerian,” kata kelompok hak asasi manusia (HAM) tersebut merujuk pada dua kasus pembunuhan brutal.

Akram telah mendaftarkan kasus terhadap 300-400 orang tak dikenal, di mana polisi Lahore akan menjerat pada tersangka dengan Pasal 354 A, 382, 147 dan 149 Undang-Undang Pidana Pakistan.

Kini polisi bekerja untuk mengidentifikasi dan menemukan para tersangka melalui rekaman CCTV dan video dari insiden tersebut. “(Mereka) yang melanggar kehormatan wanita dan melecehkan (timnya) akan dibawa ke ranah hukum,” demikian pernyataan Sajid Kiyani, wakil inspektur jenderal operasi Lahore.

Menteri Penerangan Pakistan, Fawad Chaudhry, mengatakan beberapa tersangka telah diidentifikasi dan penangkapan dilakukan. “Kami sedang mengerjakannya dengan kecepatan penuh,” katanya. “Perdana Menteri juga telah memperhatikan.”

Insiden yang sangat merendahkan martabat kaum hawa.(ilj/bbs)

Berita Terbaru