Medsos Bisa Picu Gangguan Jiwa

Belakangan ini cukup banyak para pengguna medsos yang secara tidak sadar sebenarnya sedang memupuk gangguan jiwa yang disebut Internet Asperger Syndrome. 

Gangguan jiwa jenis ini menghinggapi orang-orang yang di dunia nyata selama ini dikenal kalem, woles, tapi di media sosial tiba-tiba menjadi tukang sumpah serapah, suka marah-marah pada pihak-pihak tertentu yang tidak disenanginya atau minimal tidak sependapat dengannya.

Pemandangan semacam ini gejalanya sudah terlihat dan meningkat sejak kampanye Pilkada, terutama saat Pilkada DKI Jakarta. Sampai sekarang Pilkada sudah usai dan pemenangnya sudah ditentukan, ‘penyakit’ itu masih tercatat tetap tinggi.

Persoalannya bisa cuma karena berbeda pilihan calon, berbeda cara pandang dalam satu agama maupun dengan yang berbeda agama, cara memahami Pancasila dan lain sebagainya. Pada puncaknya orang atau kelompok yang tidak disenanginya itu langsung di unfreind disertai uring-uringan karena menyimpan segudang emosi.

Orang yang berseberangan pendapat dengannya dijustifikasi sebagai orang bodoh dan bertindak tidak sebagaimana yang seharusnya, padahal sebetulnya dia sendiri sudah menderita gangguna jiwa Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD) yang membuat pola fikir menjadi irasional.

Gangguan jiwa lainnya yang cukup banyak terdeteksi adalah jenis Low Forum Frustration Tolerance. Jenis ini menghinggapi orang-orang yang merasa haus self esteem atau pengakuan diri dari pengguna sosmed lainnya.

Bagaimana tidak gangguan jiwa coba, berdo’a saja pada medsos. Normalnya kan, bila anda muslim, sampaikan saja do’a itu pada Allah SWT, langsung tanpa perantara. Bila perlu banyak-banyaklah bersujud ke bumi di tengah malam sepi, do’a mu mudah-mudahan akan terdengar di langit. Apalagi di bulan ramadhan, do’a mu akan lebih mudah di ijabah oleh Allah SWT. Bila anda Hindu berdo’alah sesuai tuntunan Bhakti Yoga Marga atau simak tuntunannya dalam kitab Siva Purana. Bila anda Buddha ikuti tatacara berdo’a atau thiam hio, baik untuk berdo’a pada Thi Kong atau kepada para Bodhisattva. Bukan berdo’a pada sosmed.

Bila anak, isteri, suami ulang tahun, mengapa juga ucapan harus di medsos, toh orang-orang-orang yang diberi ucapan ini kan tinggal serumah dengan anda. Bila memang sedang terpisah, karena ada bisnis di tempat lain, atau tugas kantor, sampaikanlah sementara lewat HP atau WA. Kemudian carilah waktu dan tempat yang asyik untuk merayakannya bersama–sama setelah tugas selesai dan tiba kembali di rumah.

Kalo cuma sekedar makan sate Maranggi di Bungursari, Purwakarta, makan Gudeg Yu Djum di Wijilan, Yogyakarta, makan Durian Ucok di Medan, makan Sup Ikan Yong Kee di Batam Centre, makan Sate Mak Syukur di Jalan Syahrir, Padang, makan malam di warung Made di Kuta, Bali, rasanya tak perlu juga diinformasikan ke medsos, karena selain bisa dimasukkan dalam kategori social climber, malah menurut akademisi Rocky Gerung, orang semacam ini secara tidak sadar justru telah ikut menyebar hoax, karena hoax yang sebenarnya menurut Rocky merupakan sesuatu yang isi informasinya nol atau lebih kecil dari nol.

Sebuah study Psikolog di Ohio State University yang dilansir Daily Mail menemukan fakta lain bahwa, orang yang suka menampilkan foto selfie-nya di media sosial menunjukkan bahwa orang tersebut sebenarnya psikopat yang punya sifat impulsif, tidak memiliki empati dan egois. Hal ini akan berdampak buruk pada dirinya sendiri, sebab sifat narsis biasanya dikaitkan dengan kesombongan. Dan orang-orang seperti ini sebenarnya sudah mulai dihinggapi gangguan jiwa yang disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Profesor Jesse Fox, seorang pakar komunikasi malah memperingatkan, hati-hati, kebiasaan seperti itu akan membawa masalah yang lebih besar- self objectification – pada seseorang, seperti depresi, dan bila mereka wanita bisa mendatangkan masalah kesehatan, terutama di wilayah lambung.

Banyak lagi hal-hal yang dilakukan di media sosial tanpa disadari adalah langkah awal menanam bibit gangguan jiwa, dan bila diteruskan akan berdampak buruk bagi kesehatan jiwa anda sendiri.(zoelfauzilubis@yahoo.co.id)