oleh

Mau Demo di Jakarta, Pelajar Asal Pandeglang Bajak Bus KONI

Kabar6-Diduga hendak mengikuti aksi di Jakarta, sebanyak 50 pelajar dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Pandeglang diamankan Polres Pandeglang Senin (30/9/2019).

Dari data yang diperoleh, siswa yang terdiri dari berbagai sekolah tersebut berjumlah 50 siswa, adapun asal sekolahnya dari SMKN 2 Pandeglang, SMA 1, SMK Walisongo, SMK Bayah, SMKN 1 Cikande dan MAN 1 Pandeglang.

Parahnya, saat mereka hendak berangkat, para pelajar tersebut membajak mobil milik KONI Provinsi Banten di daerah Cigadung.

Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan keberangkatan para siswa yang hendak mengikuti aksi demontrasi penolakan RUU KUHP, karena sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi akan ada siswa yang mengikuti demontrasi.

“Tadi pagi saya sudah koordinasi dengan para Kapolsek untuk mendatangi sekolah-sekolah, karena kami mendapat informasi akan ada siswa yang berangkat ikut demonstrasi. adapun mereka menggunakan mobil KONI itu dibajak,” ucapnya.

Nurrohman sopir Bus KONI Provinsi Banten menceritakan saat mobilnya dibajak oleh para pelajar. Saat itu dirinya usai mengantarkan para atlet Taekwondo yang sudah bertanding di Tangerang, namun saat hendak pulang mengantarkan, para siswa tersebut membajak mobil yang dibawanya.

“Tidak tahu saya dapat musibah seperti. ini, jadi saya itu kan sudah mengantarkan para atlet Pandeglang, pas mau pulang ke Serang saya dibajak di Cigadung sama anak SMA itu, jadi bukan saya yang mengakomodir,” ucapnya.

Ia mengatakan, para siswa yang membajak mobilnya tersebut mengancam, namun para siswa akan memberikan ongkos apabila dirinya mempersilahkan membawanya ke Palima.

**Baca juga: Enam rumah di Kuranten Asri Pandeglang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung.

“Mereka itu bilangnya ikut ke Palima, saya juga mau dilempar pakai batu kalau tidak diajak, karena saya cari aman makanya saya ajak saja, adapun mereka mendapatkan makanan atau minum, itu mungkin ada di dalam Bus sisa para atlet,” ujarnya.(Aep)

Berita Terbaru