oleh

Masyarakat Sudah Lelah, Pengamat Trisakti Minta Media Beritakan Hal Positif

Kabar6-Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah meminta kepada para awak media untuk memberitakan hal yang positif soal Covid-19.

Hal itu, menurutnya, untuk meningkatkan imun masyarakat, namun tetap berpedoman kepada informasi-informasi sesuai fakta yang ada dilapangan.

Trubus melihat, beberapa pemberitaan positif yang diungkap oleh beberapa media, justru dianggap melawan pemerintah.

“Jadi pemberitaannya harus positif ya kan, optimis lah. Pemberitaan media itu dianggap malah memeperkeruh, padahal mah kita mamberi kritik untuk kebaikan bersama. Karena (masyarakat, red) sudah pada lelah, cape. Jadi masyarakat sudah jenuh, cape. Relaitasnya seperti itu,” ujarnya kepada wartawan, ditulis Selasa (3/8/2021).

Trubus menerangkan, masyarakat juga saat menjalani isolasi mandiri (isoman) banyak yang sembuh. Bahkan, Trubus menjelaskan, warga yang melakukan Isoman dapat menjadi percontohan, seperti yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel).

“Terkait dengan warga isoman itu juga role model (percontohan, red), bagaimana isoman yang baik di Tangsel kan gitu. Nah, yang meninggal-meninggal saat isoman itu, sebetulnya karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Lanjutnya, karena ada beberapa daerah yang terjadi seperti itu, seperti obat datang terlambat, oksigen, dan lain sebagainya.

“Misalnya obat pesen sekarang, tapi datangnya empat hari mendatang, seperti itu yang banyak meninggal. Jadi, bagaimana sih Isoman disana (Tangsel, red) ini bisa jadi role model (percontohan, red) bagi kota lain,” terangnya.

Kemudian, Trubus menganggap, zona merah di sejumlah wilayah di Provinsi Banten berkaitan erat dengan anggaran yang belum digelontorkan.

Menurutnya, data zona berwarna yang ditayangkan, seharusnya sinkron dengan data yang dimiliki kota kabupaten dibawahnya.

“Seharusnya data itu singkron sehingga informasinya jadi sama. Soal zona merah, berarti ada anggaran yang digelonjorkan. Seharusnya informasinya harus utuh, akurat. Jadi valid gitu lah. Realitasnya seperti itu, zona berwarna dibuat karena berkaitan dengan anggaran,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan pedagang di Pasar Modern Sektor 2 Bintaro, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan serempak kibarkan bendera putih akibat sepinya pembeli saat berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

**Baca juga: 750 Orang di Ponpes Alsaniyah Serpong Divaksin Covid-19

Anggota Paguyuban Pedagang Pasar Modern Sektor 2 Bintaro, Awit Suraso menuturkan, pengibaran bendera putih itu karena kondisi pasar selama PPKM sangatlah sepi.

“Apalagi ditambah akses menuju ke pasar harus muter karena ditutup ada penyekatan,” ungkapnya saat berbincang dengan sejumlah wartawan, Rabu (28/7/2021).(eka)

Berita Terbaru