oleh

Maraknya Penjualan Online, Omset Toko Komputer di Serpong Turun 30 Persen

Kabar6-Maraknya penjualan produk berbasis online, membuat toko-toko computer di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami penurunan omset yang signifikan.

“Semenjak online marak belakangan ini, di tempat saya omset turun hingga 30 persen. Saya tidak tahu kalau di toko lain,” kata Liyan, pengelola salah satu toko computer kawasan WTC Matahari Serpong, Selasa (26/3/2019).

Liyan menceritakan, sebelum maraknya penjualan via dunia maya itu pihaknya dapat meraup keuntungan yang menjanjikan tanpa perlu menjatuhkan harga dari toko sejenis.

“Kita sesama pedagang (computer dan aksesoris, red) tak saling menjatuhkan harga demi meraup untung besar. Paling selisih Rp5 hingga 20 ribuan per item,” jelasnya.

Harga computer dan aksesoris di kawasan Tangsel ini, lanjut Liyan, tak akan jauh berbeda dari kawasan Mangga Dua Jakarta.

Namun saat ini, kondisi tersebut sudah tak berlaku lagi. Kondisi dimana revolusi teknologi terjadi, semua dapat digapai hanya melalui gadget.

Begitu juga disaat masyarakat ingin membeli perangkat computer, notebook atau aksesoris lainnya. Mereka tak perlu lagi membuang waktu dan menghabiskan ongkos hanya untuk pergi ke toko computer.

“Mereka cukup mengklik gadget dan memilih produk apa yang diinginkan, bayar via online dan tak lama produk tersebut sampai ke rumahnya tanpa harus bercapek-capek ria,” ungkap Liyan.

Hal serupa diungkapkan Acun, pengelola toko computer kawasan ITC BSD. Dikatakannya, semenjak maraknya toko online, toko yang digawanginya tersebut mengalami penurunan omset hingga 25 persen.

“Semakin kesini toko semakin sepi ya. Orang-orang sudah malas datang ke toko. Omset kita turun hingga 25 persen,” jelasnya.

Acun juga mengatakan, omset yang masuk saat ini hanya cukup untuk membayar sewa toko per tahun. “Ya pas-pasan buat bayar sewa toko aja. Untung yang kita dapat ngepres banget, beda jauh sama dulu” ujarnya.

**Baca juga: Menu Jadul di Kedai KokoHo, Joss Banget.

Banderol untuk ragam produk di toko, lanjut Acun, harus di evaluasi kembali agar tak berbanding jauh dengan harga online.

“Sedikit tidaknya kita juga harus turunkan harga di toko, jadi keuntungan semakin tipis,” tutur Acun.

Kata Acun, tak mungkin membendung revolusi teknologi yang kian gencar di segala lini. Mau tak mau pedagang yang masih membuka toko harus ikut berevolusi dan membuat kreatifitas lainnya agar tak ditinggal pelanggan. (fit)

Berita Terbaru