oleh

Mana yang Disarankan, Makan ‘Berat’ Saat Berbuka Puasa atau Usai Salat Tarawih?

Kabar6-Umumnya saat berbuka puasa, ada banyak camilan yang dihidangkan termasuk makanan berat. Sebagian orang berbuka puasa hanya dengan teh hangat dan beberapa camilan, sementara lainnya langsung menyantap makanan berat usai mengonsumsi camilan.

Sebenarnya, kapan waktu terbaik yang disarankan untuk makan berat? Apakah saat berbuka puasa atau setelah selesai salat tarawih? Pada dasarnya, melansir Halodoc, tidak ada larangan untuk langsung makan berat setelah berbuka puasa. Namun, langsung menyantap makanan berat saat berbuka cenderung akan membuat pencernaan menjadi ‘kaget’. Hal ini disebabkan karena perut berada dalam kondisi kosong selama lebih dari 12 jam saat berpuasa, dan bukan hal yang baik langsung ‘menyuruh’ perut bekerja keras ketika berbuka puasa.

Tak hanya itu, Anda pun harus berfokus pada mengganti asupan energi tubuh yang hilang selama berpuasa, bukan sekadar memenuhi perut hingga terasa kenyang saja.

Inilah mengapa Anda dianjurkan mengonsumsi camilan manis saat berbuka, karena gula menjadi nutrisi yang paling mudah dicerna dan dipecah oleh tubuh, sehingga energi yang hilang pun dapat segera tergantikan.

Kemungkinan lain yang akan terjadi apabila Anda langsung makan besar setelah berbuka adalah meningkatnya kadar gula darah secara drastis. Ini akan membuat insulin dalam darah juga mengalami peningkatan.

Selain itu, suplai darah ke otak akan menurun karena harus menyerap makanan terlebih dahulu di saluran pencernaan. Akibatnya, Anda akan mengantuk ketika menjalankan salat tarawih nanti. ** Baca juga: Jangan Lakukan 5 Kebiasaan Tak Sehat Selama Puasa

Dari situ dapat disimpulkan, waktu terbaik untuk makan malam saat puasa adalah selepas melaksanakan salat tarawih. Setelah berbuka dengan camilan manis, tubuh akan memperoleh kembali energi pengganti, sehingga Anda dapat menunaikan tarawih tanpa rasa kantuk akibat terlalu kenyang. Meskipun begitu, Anda kamu tetap tidak boleh berbuka puasa secara berlebihan, ya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah batas waktu makan malam. Sebaiknya, Anda tidak makan malam lebih dari pukul 21.00. Tubuh memerlukan waktu setidaknya selama dua jam untuk mencerna makanan yang masuk.

Apabila makan terlalu malam, maka Anda juga akan tidur lebih larut. Padahal, Anda masih harus bangun pagi untuk bersantap sahur. Kondisi ini membuat perut masih terasa kenyang saat waktu sahur tiba. Pada akhirnya, Anda tidak bernafsu untuk makan sahur, dan akan merasa lapar pada siang hari karena tidak makan sahur sesuai porsinya.

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Saat puasa, Anda tidak minum dalam waktu lama. Ion tubuh pun akan menguap bersamaan dengan berbagai aktivitas yang Anda lakukan.

Jika tidak segera diganti atau asupan hariannya tidak terpenuhi, tubuh akan rentan terkena dehidrasi. Pastikan tetap minum sebanyak delapan gelas setiap harinya. Agar tidak kembung, porsi minum bisa dibagi mulai dari berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur.(ilj/bbs)

Berita Terbaru