oleh

Mahasiswa yang Tewas di Kos-kosan Legok Baru Pindah Tiga Hari

Kabar6-Ternyata, Afif Dhia (21), mahasiswa yang ditemukan tewas di kamar kos-kosan di Kampung Babakan Santri, RT 02/ RW 04, Kecamatan Legok, baru tiga hari menempati kamar kos-kosan tersebut.

Karena itu, warga sekitar tak banyak yang tahu keseharian korban di kamar kos-kosan tersebut.

“Tidak ada sosialisasinya, soalnya baru 3 hari dia pindah kontrakan,” ujar Edah, tetangga korban saat dimintai keterangan oleh Kabar6.com, Sabtu (26/1/2019).

Edah menambahkan, diketahui sebelum korban meninggal sempat meninggalkan pesan singkat kepada salah satu temannya, sehinga membuat teman korban meminta kunci duplikat untuk memasuki kosan korban.

“Temannya minta kunci duplikat untuk masuk ke kosan korban. Soalnya korban sudah mengirim pesan kepada temannya bahwa ia meminum obat diduga untuk bunuh diri,” terang Endah.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Babakan Santri, Nurjalaludin mengatakan korban belum pernah sama sekali untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan warga sekitar.

Begitupun juga korban tidak pernah laporan kepada baik Ketua RT maupun RW bahwa dia sudah menjadi warga RW 04.

“Nggak ada sosialisasi dan saya juga belum kenal. Ia juga belum ada laporan bahwa dia sudah tinggal wilayahnya,” ujar Nurjalaludin.

Diketahui, Afip Dhia (21), ditemukan tewas di kos-kosan Kampung Babakan Santri RT 02 RW IV Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (25/1/2019).

Diketahui, mahasiswa semester III salah satu universitas di Tangerang itu diduga nekat mengakhiri hidup dengan meminum arsenik dicampur air putih.

Saat ditemukan, mahasiswa jurusan desain komunikasi visual itu dalam kondisi terlentang dan mulut mengeluarkan busa. Di sebelah jenazah ditemukan bubuk diduga bahan kimia.**Baca juga: Mahasiswa di Tangerang Tewas Minum Arsenik Campur Air Putih.

Jenazah ditemukan pertama kali oleh penjaga kos yang curiga korban tidak keluar kamar dari pagi hingga malam. Saat diintip dari jendela, saksi melihat Afip sudah dalam kondisi terkapar di dekat kasus.(Oke)

Berita Terbaru