Ladang Pertanian di Texas Jadi Pusat Antropologi Forensik

Mayat dalam sangkar besi.(Wereblog)

Kabar6-Ada sebuah Pertanian unik milik Texas State of Univerisity di Texas, Amerika Serikat. Ya, lahan pertanian ini berisi mayat-mayat dalam berbagai kondisi pembusukan. Nah, para petugas dari kepolisian bisa belajar di sana untuk membantu tugas penyelidikan mereka dalam berbagai kasus.

Pertanian mayat ini adalah Pusat Antropologi Forensik. Dilansir Wereblog, saat memasuki kawasan ini pengunjung bisa melihat mayat-mayat di seputar area pertanian. Mayat itu berada dalam sangkar dari besi yang bisa dibuka, dengan tujuan agar mayat itu tidak disambar oleh burung pemakan bangkai. Disebutkan jejeran mayat yang terlihat di sana menjadi bagian dalam penelitian ilmiah tentang bagaimana proses pembusukan mayat.

Pertanian mayat ini sebenarnya membantu polisi dalam memecahkan kasus kriminal, dengan menentukan kapan korban itu dibunuh lewat pembusukan mayatnya. Ilmuwan di Pusat Antropologi Forensik ini menggunakan mayat yang memang disumbangkan ke tempat itu. Kemudian mereka membandingkan mayat itu dengan korban pembunuhan dengan kondisi yang mencurigakan.

Mayat-mayat di sana juga dapat digunakan untuk membantu merekonstruksi wajah. Dengan menggunakan tulang dan gambar-gambar mereka yang sukarela dikubur secara terbuka itu, peneliti dapat membantu polisi untuk merekonstruksi bagaimana penampilan korban sebenarnya.

Mereka mendapat mayat-mayat yang diberikan untuk digunakan secara khusus. Calon pendonor yang masih hidup secara sukarela mendonorkan mayat mereka bila meninggal. Ada dua kriteria mayat yang diterima, bobot mayat di bawah 226,79 kg.

Mayat juga tidak boleh mengandung penyakit infeksi aktif seperti hepatitis C. Kebanyakan pendonor di pertanian mayat ini berhubungan dengan penegakan hukum. Jika mayat itu berada dalam radius 321,8 km ketika pendonornya meninggal, maka petugas dari pertanian mayat ini akan mengambilnya.

Kemudian mayat tersebut akan menjadi sebuah proyek penelitian. Mayat dibiarkan di ladang selama 7 bulan hingga beberapa tahun. Kerangkanya kemudian digunakan untuk penelitian selanjutnya.

“Pada saat ini kami memiliki 65 hingga 70 mayat. Lebih banyak mayat pria daripada mayat wanita, tetapi ada juga pasangan yang mendonasikan mayat mereka,” kata Dr. Danny Wescott. ** Baca juga: Kabar Gembira untuk Para Jomblo, Jumlah Pria di 6 Negara Ini Lebih Banyak Ketimbang Wanita

Di pertanian mayat ini banyak juga berasal dari orangtua yang meninggal secara alami dan menjadi donasi koleksi mayat terbatas di sana. Meskipun demikian, ada juga beberapa orang berusia muda yang menjadi donasi mayat bagi Pusat Antropologi Forensik (Forensic Anthropology Centre) ini.(ilj/bbs)