oleh

Kulik Seputar Rambut Kemaluan

Kabar6-Bagian yang satu ini mungkin sering luput dari perhatian Anda. Terlebih letaknya tidak terlalu mencolok, alias tidak tampak dari luar.

 

Ya, bagian itu adalah bulu kemaluan. Bagi sebagian orang, terutama wanita, rambut kemaluan sering dianggap mengganggu penampilan. Terutama saat mengenakan bikini atau baju renang. Sehingga tidak jarang kaum hawa mencukurnya, bahkan hingga gundul.

 

Tanpa kita sadari, rambut kemaluan ternyata memiliki fungsi penting yaitu bisa melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS) serta mengurangi gesekan yang dapat memicu infeksi.

 

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui wanita perihal rambut kemaluan, seperti dikutip Dailystar:

 

1. Anak laki-laki dan perempuan memiliki rambut kemaluan ketika mereka sudah memproduksi hormon selama pubertas, yang berarti mereka telah mengalami kematangan seksual.

 

Kelenjar yang berada di daerah bawah Anda juga menghasilkan keringat berminyak, dan rambut kemaluan membantu agar keringat jauh dari kelenjar.

 

Selain itu, rambut kemaluan juga bertindak sebagai perangkap bagi feromon, dan memiliki aroma yang merangsang secara seksual, sehigga membuat Anda yang menciumnya lebih menarik secara seksual.

 

2. Mencukur rambut kemaluan, tidak menjamin kebersihan daerah bagian bawah. Ketika rambut kemaluan dicukur/dicabut, justru akan meninggalkan luka terbuka mikroskopis dalam membran kulit yang menyebabkan bakteri bisa masuk.

 

Kondisi hangat dan lembab di bawah sana membuatnya sebagai lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan ada peningkatan jumlah infeksi, termasuk seperti Streptococcus A dan Staphylococcus aureus (MRSA termasuk, strain resisten antibiotik dari Staphylococcus aureus).

 

3. Mencukur rambut kemaluan ataupun waxing, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada membran kulit, tetapi folikel rambut sendiri dapat meradang, terutama jika rambut tercabut habis.

 

Folikel bentuknya oval tidak bulat dan ada kemungkinan folikel rambut yang terblokir dapat berkembang menjadi bisul atau abses.

 

4. Rambut kemaluan yang dicukur habis, membuat Miss V tidak memiliki penghalang terhadap bakteri, sehingga mereka dapat ditransfer dari kulit ke kulit. Hal ini dapat menyebabkan infeksi selulitis, yaitu infeksi bakteri dari jaringan lunak, dari labia.

 

Mencukur atau waxing juga bisa membuat luka kecil di kulit, sehingga Anda juga lebih rentan terhadap herpes dan HPV. ** Baca juga: Gerakan Ini yang Diinginkan Wanita Saat Bercinta

 

Namun jika Anda termasuk orang yang gampang risih dan tetap ingin mencukur rambut kemaluan, lakukan dengan cermat dan hati-hati. (ilj/bbs)

Berita Terbaru