oleh

Kota di Negara Ini Terapkan Aturan ‘Manekin Tanpa Kepala’

Kabar6-Satuan kepolisian syariah di Kano, negara bagian dengan penduduk mayoritas Muslim di Nigeria, memerintahkan agar toko-toko menggunakan manekin tanpa kepala untuk memajang pakaian yang dijual.

Kano adalah satu dari 12 negara bagian di utara berpenduduk mayoritas muslim yang menerapkan hukum Islam. “Islam tidak menyukai pemujaan terhadap berhala,” kata Haruna Ibn-Sina, komandan polisi Syariah yang dikenal sebagai hisbah. “Dengan kepala yang terlihat mirip dengan wujud manusia.”

Ibn-Sina, melansir News18, juga menginginkan agar manekin tanpa kepala itu selalu dalam posisi tertutup karena dianggap mempertontonkan ‘bentuk payudara, bentuk bokong, yang bertentangan dengan ajaran Syariah (hukum Islam)’.

Sistem hukum ini hanya berlaku bagi kaum Muslim. Namun dalam kenyataannya, kaum non-Muslim berada di bawah tekanan aturan hisbah, termasuk aturan tentang manekin tanpa kepala.

“Kami menerima banyak panggilan dan pesan dari mereka yang menyatakan tidak setuju dengan aturan ini,” kata Moses Ajebo di Kota Kano, dalam program radio terbesar kedua di Nigeria.

Para pedagang di Sabon Gari, wilayah bagian Kano yang didominasi umat Kristen, juga mengungkapkan ketidaksenangan mereka terhadap perintah hisbah. Pemilik toko, Chinedu Anya, mengatakan bahwa pemajangan pakaian dengan manekin tak berkepala akan mengurangi daya tarik dari orang-orang yang berlalu-lalang, dan berdampak terhadap bisnisnya.

Ibn-Sina dan para petugasnya yang jumlahnya ribuan, belum melakukan sosialisasi aturan manekin tersebut dari toko ke toko. Banyak ulama Senior seperti Halliru Maraya dari Dewan Islam Nigeria, mengatakan posisi hisbah terkait manekin itu sudah benar sebagaimana ‘Islam menentang patung bentuk manusia, apa pun namanya’.

Pengumuman di Kano adalah yang pertama di Nigeria, dan terdapat upaya di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya untuk membatasi penggunaan manekin. ** Baca juga: Pilot Rusia Tewaskan 70 Orang Setelah Bertaruh Daratkan Pesawat Tanpa Melihat

Bagi mereka yang ada di Kano, masih belum jelas bagaimana aturan itu akan ditegakkan, karena Ibn-Sina telah menyampingkan penyitaan manekin, dengan mengatakan dia lebih memilih ‘strategi lain’.

Tokoh Muslim, Maraya, menginginkan kelompok non-Muslim mendapat perlindungan dari konstitusi Nigeria untuk menentang keputusan hisbah terkait manekin melalui jalur pengadilan. Dikatakan, perlu adanya garis tegas mengenai penerapan hukum Islam. Tapi menentang hisbah bisa menjadi persoalan hidup, mati dan uang.

Sejauh ini masih belum jelas apakah Ibn-Sina akan mengalihkan perhatiannya ke hal lain, dan membiarkan manekin-manekin itu tetap berkepala.(ilj/bbs)

Berita Terbaru