oleh

Korban Kecelakaan Jadi Tersangka, Mahasiswa UIN Ciputat Kecam Polisi

Kabar6-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah mengecam kinerja Kepolisian Resort Kota Tangerang Selatan (Polres Tangsel), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel karena tidak menegakkan aturan Perwal Nomor 3 tahun 2012 tentang Pengaturan Jam Operasional Kendaraan Angkutan Barang dari jam 22.00 hingga 05.00 WIB.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi yang merasa kecewa dan aneh ketika mengetahui hasil pemeriksaan yang menetapkan adik sekaligus kawannya Niswatul Umma yang menjadi korban dan meninggal dunia ditetapkan menjadi tersangka.

“Saya merasa aneh, dan kecewa ketika mengetahui hasil pemeriksaan yang menetapkan adik saya Niswatul Umma di UIN Jakarta yang meninggal dunia dan menjadi tersangka apalagi sampai disebut kelalaian sedangkan dia sudah meninggal dunia,” ujar Sultan kepada Kabar6.com melalui rilis yang dikirimkan, Senin (18/11/2019).

Lanjut Sultan, seharusnya kepolisian membantu keluarga korban. Dirinya mengimbau kepada Polres Tangsel untuk menegakkan keadilan dalam kasus kecelakaan ini.

“Hari ini, kami akan ke rumah korban untuk memastikan secara jelas serta memberikat support secara moril. setelah itu kami akan bacakan surat terbuka kepada Polres Tangerang Selatan, untuk menjadi peringatan bahwa jangan sampai main main dalam kasus ini,” jelas Sultan.

**Baca juga: Polres Tangsel: Korban Tewas Terlindas Truk Jadi Tersangka.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik UIN Syarif Hidayatullah, Syukrian Rahmatul Ula, menuturkan, keamanan kendaraan angkutan barang di jalan lalu lintas wilayah Tangsel dengan adanya aturan Perwal Nomor 3 tahun 2012 ini, para pihak keamanan yaitu Polres Tangsel dan Dinas Perhubungan Tangsel tidak ada upaya meningkatkan keamanan jalan lalu lintas di wilayah Tangerang Selatan dengan salah satu bukti faktanya.

**Baca juga: Ibu Korban Tewas Tergilas Truk di Tangsel Sedih Disudutkan.

“Sampai ada kecelakaan tragis di jalan Graha Raya Bintaro yang menewaskan Niswatul Umma, seorang Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah pada siang hari Senin 14 Oktober 2019 yang bukan waktunya jam operasional kendaraan angkutan barang,” ungkap Syukrian.

Lanjut Syukrian, mengutip pasal 235 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.

**Baca juga: Polisi Sebut Mahasiswi Tewas Tergilas Truk di Bintaro Jaya Akibat Lalai.

“Jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimakasud dalam Pasal 229 ayat 1 huruf c, pengemudi, pemilik, dan/atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana,” tutupnya.(eka)

Berita Terbaru