oleh

Komunitas Bergerak Jaga Toleransi Tolak Densus 88 Dibubarkan

Kabar6- Sejumlah masyarakat mengatasnamakan ‘Komunitas Bergerak Jaga Toleransi’ menolak adanya wacana pembubaran Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Lantaran, tidak ingin adanya intoleransi dan radikalisme berkembang di NKRI.

“Saat ini ada isu menggulingkan Densus 88, jadi kami mewakili bangsa Indonesia menberidukungan terhadap kinerja Densus 88,” ungkap Ade Sarah, Koordinator Komunitas Bergerak Jaga Toleransi, Selasa (7/12/2021).

Dengan menyelamatkan keberadaan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, kata Sarah, sebagai warga Negara Indonesia yang notabenenya menolak adanya intoleransi dan radikalisme berkembang di NKRI.

“Karena Densus 88 ini penjaga toleransi di Indonesia. Dia yang memberantas menumpas radikalisme dan intoleran. Kalau di bubarkan akan kemana arahnya negara kita?,” imbuhnya.

Sementara itu, Penasehat Komunitas Bergerak Jaga Toleransi, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menambahkan, kegiatan ini murni menggelorakan semangat mendukung Densus 88. Karena Densus 88 itulah yang sebenarnya menjaga kebesaran dan kemuliaan agama Islam di Indonesia.

“Karena selama ini agama Islam itu terlalu sering dicoreng dengan perilaku-prilaku kelompok-kelompok tirugens yang sangat tidak bersahabat dengan negeri kita tercinta,” tuturnya.

“Islam agama ‘Rahmatan Lil alamin’. Ajaran Islam adalah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,” sambung Habib.

Dia menegaskan, bila sekarang ada yang menyatakan Densus 88 harus dibubarkan patut dicurigai ada benang merah dengan jaringan teroris internasional.

Diketahui, terdapat wacana adanya pembubaran salah satu tim khusus pada lembaga Kepolisian ini.

**Baca juga: Buruh di Tangerang Sebut UU Ciptaker Biang Keladi

Dinyatakan bila Densus 88 Anti Teror menurut salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra bila Densus 88 Antiteror dibubarkan karena berbau Islamofobia.

Terlebih, narasi pejabat Densus 88 itu terkait teror Taliban bisa menginspirasi teroris Indonesia tidak akan laku lagi. (Imam/Tim K6)