oleh

Khawatir Dicemooh Masyarakat, Pria Transgender Ini Tutupi Kehamilannya dengan Berpura-pura Gendut

Kabar6-Seorang pria transgender bernama Kayden Coleman (34), mengungkap pengalamannya saat melahirkan anak. Coleman mengaku harus menutupi kehamilan dengan pura-pura memiliki perut gendut.

Bukan tanpa alasan, melansir Dailymail, hal itu dilakukan agar tidak dipandang aneh atau dinilai buruk oleh masyarakat. Meski mengaku mengalami banyak trauma, ia dengan bangga memperlihatkan kehamilan anak kedua di media sosial. Coleman diketahui bertransisi dari wanita menjadi pria sejak 2009. Namun Colemana tetap mempertahankan organ-organ reproduksinya.

Pada 2013, Coleman melakukan mastektomi dan harus berhenti melakukan perawatan testosteron. Ketika itulah Coleman terkejut setelah mengetahui bahwa dirinya hamil. Dan pada awal tahun ini, Coleman kembali berbadan dua. Meski senang dikaruniai anak, pria tersebut mengaku trauma dicemooh.

“Ada banyak trauma. Kebanyakan datang dari dalam ‘dunia melahirkan’, dengan para pekerja medis. Ada banyak pertanyaan mengenai identitasku, banyak ‘misgendering’ (salah menyebut gender secara sengaja atau tidak). Dibilang tidak seharusnya ada di tempat-tempat di mana aku mencari perawatan karena itu dianggap tempat wanita,” kata Coleman.

Tak hanya itu, Coleman juga mengaku sering ditawari untuk aborsi. Karena banyak yang tidak memperlakukannya dengan kurang baik, pria transgender itu memilih untuk menutupi kehamilannya agar tidak diserang.

“(Dengan begitu), aku tidak harus berjalan dengan ketakutan, khawatir orang-orang ingin memicu kekerasan padaku. Mereka hanya berpikir aku punya beer belly (perut gendut karena bir),” tutur Coleman.

Tetapi Coleman memutuskan untuk tidak bersikap seperti itu lagi saat kehamilan keduanya. Karena itulah, Coleman mulai terbuka untuk berbagi dengan sesama transgender dan sebagai edukasi kepada orang-orang lain.

“Aku memang menikmati kehamilan salah satunya itu membuat janggutku lebih tebal,” ujarnya. “Aku pikir penting untuk orang mengerti bahwa ada banyak identitas trans kami tidak semuanya sama. Hanya karena aku berubah dari wanita menjadi wanita tidak berarti aku punya keinginan untuk berkencan dengan wanita atau sangat maskulin atau ingin jadi cis-gender (orang yang punya persepsi gender sesuai jenis kelamin sejak lahir).”

Coleman mengaku sudah merasa lahir di tubuh yang salah sejak kecil. Ia juga tidak suka dengan payudaranya yang tumbuh dan tidak suka mengenakan bra. ** Baca juga: Kecanduan Olahraga Bikin Seorang Remaja Selalu Lari Puluhan Kilometer Sebelum Sarapan

Meski sudah mengangkat kedua payudaranya, hingga kini ia tidak melakukan operasi kelamin karena biayanya yang mahal.(ilj/bbs)

Berita Terbaru