oleh

Ketahui Penyakit yang Sering Terjadi Saat Kemarau

Kabar6-Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut.

Seperti halnya musim penghujan, saat kemarau pun akan ada beberapa penyakit yang sepertinya menjadi ‘langganan’. Melansir Femina, berikut lima penyakit yang dimaksud:

1. Diare
Seseorang dikatakan terkena diare apabila dia mengalami peningkatkan jumlah buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali serta penurunan konsistensi tinja dari lunak menjadi cair, dalam kurun waktu 24 jam.

Risiko mengalami diare pada musim kemarau dapat terjadi karena beberapa sebab. Sumber air yang berkurang dan debu yang beterbangan menjadi faktor yang memudahkan masuknya kuman ke dalam pencernaan lewat makanan atau minuman. Ditambah lagi dengan kurang terjaganya kebersihan tangan dan peralatan makan yang digunakan.

2. Demam tifoid
Penyakit yang ditandai dengan demam tinggi dan rasa lemas ini disebabkan oleh bakteri salmonella typhi yang menyerang usus. Bakteri ini normalnya ada dalam kotoran manusia dan menginfeksi lewat makanan yang terkontaminasi mungkin lewat tangan yang tidak dicuci bersih setelah dari toilet atau sumber air minum/makan yang tercemar, peralatan makan yang terkontaminasi, atau percikan ludah yang mengandung bakteri.

Gejalanya yang mirip dengan demam berdarah dengue (DBD) membuat kerap salah diagnosis, sehingga perlu pemeriksaan laboratorium.

3. Iritasi mata dan kulit
Udara kering serta debu makin banyak beterbangan saat kemarau meningkatkan risiko terkena gangguan mata, mulai dari iritasi hingga terinfeksi bakteri dan virus. Gunakan pelindung mata saat berada di daerah yang berangin dan berdebu serta menjaga agar tak menyentuh mata menggunakan tangan yang belum tentu bersih bisa jadi cara untuk mencegahnya.

Jika telanjur kering, merah, pedih, terasa ada yang mengganjal, dan belekan, segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Udara yang panas membuat keringat lebih banyak keluar, dan saat bertemu debu yang mengandung kuman, iritasi dan masalah kulit lebih mudah terjadi.

4. Infeksi saluran napas
Saat kemarau, debu yang mengandung kuman makin banyak beterbangan di udara dan mudah masuk ke saluran pernapasan atas. Ditambah lagi polusi udara akibat emisi kendaraan yang menumpuk di udara yang tak terbasuh hujan, membuat penderita asma makin berisiko mengalami sesak.

5. Dehidrasi dan heatstroke
Tak hanya membuat haus dan kulit terasa lebih kering, beraktivitas di ruang terbuka yang panas dan cuaca terik bisa membuat kepala terasa pusing. Pada kasus yang ekstrem, kekurangan cairan dan paparan panas yang berlangsung lama bisa menimbulkan masalah kesehatan serius yang disebut heatstroke.

Di beberapa negara seperti India, heatstroke pada musim panas bahkan menelan korban jiwa. Untuk mencegah penyakit-penyakit di atas, Anda perlu menjaga kebersihan diri serta makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Perbanyak minum air putih, minimal delapan gelas per hari, serta konsumsi makanan sehat bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. ** Baca juga: Dampak Buruk Medsos Lebih Dirasakan Anak Perempuan

Jaga kesehatan selama musim kemarau.(ilj/bbs)

Berita Terbaru