oleh

Ketahui Fakta Tentang Sayur Organik

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Sayur organik tumbuh tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida (pembasmi hama), herbisida (pembasmi gulma), bibit tanaman yang direkayasa, dan radiasi tertentu untuk membasmi hama.

Buah atau sayur organik menggunakan pupuk alami yang berasal dari kompos atau kotoran hewan, dan pembasmi hama alami seperti bakteri pemakan jamur, serangga yang memakan serangga lain, atau minyak tumbuhan.

Disebutkan, sayur organik dianggap lebih aman karena diduga tidak memiliki residu pestisida sebanyak sayur biasa. Selain terasa lebih enak, sayur organik diduga memiliki tingkat kandungan nutrisi yang lebih tinggi (vitamin C, mineral tertentu, dan antioksidan).

Jika Anda tertarik mencoba sayur organik, dikutip dari Alodokter, pilihlah kelompok sayuran yang biasanya memiliki jumlah residu pestisida yang besar dibandingkan sayuran atau buah-buahan lain, salah satunya kentang.

Beberapa sayur atau buah-buahan lain yang juga banyak menyimpan residu pestisida adalah kacang hijau, kacang polong, daun bawang, labu, bayam, paprika, seledri, selada, apel, pir, stoberi, persik, raspberi, beri hitam, dan anggur yang diimpor.

Jika ingin membeli jenis organik, pilihlah jenis buah dan sayur di atas agar terhindar dari residu pestisida yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Meskipun dipercaya lebih aman, ternyata ada beberapa risiko juga muncul dalam tanaman organik. Kondisi tanah di lahan organik yang bebas pestisida dan zat kimia lain ditakutkan dapat menjadi tempat hidup yang baik bagi bakteri.

Hal ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri E.coli pada sayur organik. Selain itu, beberapa tanaman seperti kentang dapat memproduksi pestisida alami untuk mempertahankan diri saat menghadapi hama.

Tidak adanya bantuan dari pestisida kimia dikhawatirkan dapat meningkatkan produksi pestisida alami yang dikhawatirkan juga dapat membahayakan kesehatan manusia.

Jangan lupa mencuci terlebih dulu semua sayuran dan buah-buahan, tanpa sabun, dan di bawah air yang mengalir untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu pestisida.

Jika tidak dicuci, bakteri yang ada pada kulit sayur atau buah dapat masuk ke dalam daging buah ketika Anda memotong sayuran atau buah tersebut. Kupas dan buanglah lapisan terluar dari sayuran, seperti selada dan kol. ** Baca juga: Lakukan Sarapan 1 Jam Setelah Bangun Tidur, Ini Alasannya

Makanlah sayur organik atau buah-buahan ketika masih segar, karena beberapa nutrisi bisa teroksidasi jika terlalu lama berada di kulkas atau didiamkan, sehingga bisa menghilangkan manfaatnya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru