oleh

Kesehatan Pria Bisa Diprediksi dari Rambut di Wajah?

Kabar6-Tidak sedikit pria yang menumbuhkan rambut di wajah, seperti brewok atau kumis. Ternyata selain bisa menambah sisi maskulin, rambut yang tumbuh di wajah pun bisa menunjukkan ada tidaknya gangguan kesehatan.

Dokter kulit, Joel Schlessinger, dan pakar nutrisi, Paul Salter, sepakat bahw rambut di wajah bisa menjadi pertanda bagi kondisi kesehatan kita. Melansir Kompas, berikut kondisi kesehatan yang bisa kita dilihat dari rambut di wajah:

1. Rontok
Jenggot yang rontok bisa menjadi pertanda adanya alopecia barbae yang merupakan gangguan autoimun. Meski tidak menular atau pun berbahaya, kondisi ini bisa memicu iritasi, rasa terbakar, dan peradangan kulit. Autoimun ini terjadi karena tubuh mulai melihat folikel rambut sebagai ‘penyusup’ dan menyerang sel rambut sampai berhenti tumbuh.

Kondisi ini tak dapat diobati. Konsultasikan dengan dokter terutama jika kerontokan brewok disertai dengan rambut rontok di kepala dan juga rasa lemas, berat badan turun tanpa sebab, atau gangguan pencernaan. Bisa jadi, kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan tiroid, lupus atau diabetes.

2. Jenggot tipis atau menipis
Jenggot yang semula lebat kemudian jadi menipis bisa disebabkan karena kekurangan nutrisi penting. Paul Salter mengatakan, jika kita tak mengonsumsi kalori yang cukup, pertumbuhan dan pemeliharaan rambut tidak akan optimal.

Protein memainkan peran penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan. Jika kekurangan zat gizi ini, tubuh akan mengambil protein dari mana saja. Inilah yang memicu dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Untuk itu, kita harus mengonsumsi sumber protein sehat tanpa lemak. Nutrisi lain yang mendorong pertumbuhan rambut sehat adalah vitamin E dan C, seng, biotin, dan asam lemak.

Menipisnya rambut di wajah juga bisa pertanda adanya alergi makanan khusus yang kita alami. Alergi tersebut menyebabkan produksi peradangan dalam skala besar di tubuh. Namun, gejala tersebut bervariasi pada setiap orang. Salter mengatakan, rambut rontok sangat umum. Namun, kerontokan ini juga bisa menjadi gejala umum dari anemia.

3. Rambut wajah sangat tebal
Rambut di wajah adalah karakteristik seks sekunder. Hormon testosteron berperan besar dalam perkembangan rambut di wajah. Jadi, memiliki rambut wajah yang tebal menunjukan jika kita memiliki sensitivitas testeron yang lebih tinggi.

Hormon ini juga mengubah rambut velus atau rambut ringan dan berbulu halus yang berkembang di tubuh selama masa kanak-kanak. Dengan tersteron, rambut velus akan berubah menjadi rambut terminal atau rambut yang lebih tebal dan kasar yang berkembang saat pubertas.

4. Kering dan rapuh
Rambut wajah yang keirng dan rapuh bisa terjadi karena kita terlalu sering membersihkannya. Rambut wajah memang berbeda secara struktural dari rambut di kepala. Jadi, perawatannya juga tidak bisa disamakan.

Gunakan pembersih yang dirancang untuk wajah dan janggut. Sampo rambut memang dapat kita gunakan saat kondisi darurat. Tapi, jangan terlalu sering menggunakannya.
Kita bisa memakai minyak khusus rambut di wajah, serta menyisir atau menyikatnya setiap hari agar tetap terlihat bersih dan rapi.

5. Sedikit terkelupas
Kulit di sekitar rambut wajah yang terkelupas bisa menjadi pertanda adaya ketombe di jenggot. Untuk mengatasinya, gunakan sampo khusus, yaitu yang mengandung bahan antibakteri.

Sampo khusus biasanya dapat menghilangkan ketombe, gatal, dermatitis, atau folikulitis alias peradangan pada folikel rambut yang dapat menyebabkan benjolan merah seperti jerawat kecil.

6. Rambut wajah tak dapat tumbuh
Jika rambut di wajah kita benar-benar tak bisa tumbuh, kemunginan ini karena pengaruh genetika dalam pertumbuhan rambut. Tak memiliki jenggot memang bukan hal bahanya. Beberapa riset menunjukkan orang yang tak memiliki rambut di wajah kecil kemungkinannya untuk mengalami kebotakan daripada mereka yang memiliki jenggot tebal. ** Baca juga: Hindari Gas ‘Menumpuk’ di Perut dengan 5 Cara Ini

Apakah Anda pernah mengalami salah satu dari keenam hal tersebut, Guys? (ilj/bbs)

Berita Terbaru