oleh

Keok, Kubu Prabowo Tantang KPU Tangsel Buka Formulir C7

Kabar6-Kubu pasangan calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Prabowo-Hatta Rajasa enggan meneken berita acara hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tim dari Koalisi Merah-Putih ini menuding ada kecurangan terstruktur dan masif yang melibatkan lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Demikian dikatakan Muhamad Luthfi, juru bicara Tim Kolisi Merah Putih kepada wartawan usai rapat pleno di Serpong, Kamis (15/7/2014). “Kami menolak hasil pleno dan mendesak KPU melaksanakan PSU (Pemungutan Suara Ulang) di Kota Tangsel,” ungkapnya.

Desakan PSU ini, menyusul maraknya dugaan kecurangan pada proses pemungutan suara Pilpres 2014 di Tangsel. Khususnya, soal tingginya jumlah Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang dinilai melebihi batas normal.

Melihat tingginya jumlah DPKTb yang mencapai 45 ribu lebih, Luthfi menilai adanya dugaan mobilisasi massa bagi pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bahkan diakuinya, ada salah satu TPS yang jumlah DPKTb-nya mencapai 100 pemilih.

“Kami minta KPU laksanakan rekom Panwaslu yang meminta KPU membuka form C7 (daftar hadir pemilih). Karena sesuai dengan temuan kami dan Panwaslu Kota Tangsel dan sudah dilaporkan ke KPU, ada ratusan TPS yang bermasalah,” tegasnya.

Di tempat sama, menanggapi penolakan dan permintaan PSU, Pokja Penghitungan Suara KPU Kota Tangsel Badrussalam, mengatakan sebagai penyelenggara pemilu, KPU mempersilahkan kepada tim sukses Prabowo-Hatta untuk mengisi formulir keberatan (DB-2).

“Tapi, kami sebagai penyelenggara tetap mengesahkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk kemudian diserahkan ke KPU Provinsi Banten,” singkatnya. **Baca juga: Wow, Prabowo-Hatta Keok di Tangsel.

Diketahui, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih suara sebanyak 359.788 atau 51,70 persen. Sementara untuk pasangan Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 336.141 atau 48,3 persen. Dengan total suara sah sebanyak 695.929 dan tidak sah ada 6.549 suara. Sementara untuk jumlah DPT sebanyak 1.017.199 suara.(yud)

Berita Terbaru