oleh

Kemenristek Klaim Fasilitas Reaktor Nuklir di Tangsel Terjaga Aman

Kabar6-Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI, Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa insiden kontaminasi bahan radioaktif ini bukan akibat dari kebocoran fasilitas reaktor nuklir yang ada di kawasan Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan. Informasi penting itu disampaikan langsung olehnya ke Walikota Airin Rachmi Diany.

“Prosedur dari staf atau pegawai Batan yang bekerja di kompleks reaktor sudah terjaga dengan baik. Sehingga potensi kebocoran tadi juga relatif sudah tidak mungkin,” ungkapnya lewat siaran pers saat rapat koordinasi di Gedung II BPPT, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Pengawasan Teknologi Nuklir (Bapeten), Azhar Djaloeis menjelaskan, bahwa kasus ini tidak bisa diklasifikasikan sebagai kecelakaan nuklir. “Klasifikasinya adalah pencemaran limbah radioaktif di lingkungan,” ujarnya.

Azhar bilang, hasil temuan di perumahan Batan Indah yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Puspiptek tidak bisa disamakan dengan kejadian besar seperti layaknya kecelakaan energi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang pada 2011 lalu.

“Itu jauh sekali skalanya, dan kalau kita dapat counting radiasi yang lumayan tinggi. Tapi saat ini sudah dilakukan pengerukan oleh Batan kemudian dipindahkan, sehingga sudah menurun,” paparnya.

Azhar juga menjelaskan jika saat ini dirinya sudah melakukan koordinasi sebagai bentuk pengamanan. Pihak dari Batan dan Polres Tangsel pun sudah saling berkerjasama dalam mengatasi kasus ini.

”Kami sudah melakukan koordinasi dengan polres guna penanganan di TKP,” jelasnya.**Baca juga: Catatan, Ada Tiga RT di Batan Indah Terpapar Radioaktif.

Sementara sejak 30 Januari lalu, Batan sudah melakukan evakuasi. Hasil pembersihan atau clean up mencatat ada lima drum tanah yang dinilai sudah terpapar radioaktif.(yud)

Berita Terbaru