oleh

Kasus Paman Gendong Ponakan, Kunjungan Pasien di Puskesmas Cikokol Masih Normal

Kabar6-Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang, tetap berjalan normal. Kunjunganpasien yang hendak berobat pun masih berlangsung seperti hari biasa.

Hal itu, setelah dihebohkan oleh kasus Husein (8), bocah yang tenggelam di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, yang harus dibopong oleh pamannya ketika hendak dibawa pulang karena tidak mendapatkan pelayanan ambulans.

Kepala Puskesmas Cikokol, Achmad Rani Miftah mengatakan setelah kejadian tersebut jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas Cikokol sendiri tidak mengalami perubahan.

“Tidak masalah, tidak terganggu, artinya warga yang berobat membutuhkan, yang memang fasilitas kesehatan puskesmas Cikokol tetap berkunjungan seperti biasa. Tidak ada penurunan,” ujar Achmad saat dimintai keterangan oleh Kabar6.com di Puskesmas Cikokol, Selasa (27/8/2019).

Menurut Achmad, pelayanan kesehatan di puskesmas Cikokol terbagi menjadi 2 yakni pelayanan kesehatan didalam gedung dan pelayanan diluar gedung.

Kendati demikian, setiap hari Puskesmas Cikokol pelayanan kunjungan didalam gedung setiap hari rata-rata mencapai 100 orang pasien.

Sedangankan untuk pasien pelayanan diluar gedung tidak dapat dipastikan karena selalu berubah, namun untuk saat melakukan pemeriksaan ke Sekolah Dasar (SD) bisa mencapai 400 orang pasien.

“Rata-rata kurang lebih setiap hari kunjungan 100 orang pasien per hari dan sekarang pun masih segitu,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Pelayanan Pendaftaran, Ryan mengatakan, pelayanan pembukaan pendaftaran sejak pukul 07.30 WIB sampai penutupan pendaftaran pukul 11.30 WIB.

“Namun saat pendaftaran ditutup ada pasien yang butuh pengobatan kita arahkan ke IGD,” tandasnya.**Baca juga: Jadi Anggota DPRD Pandegang, Pimpinan Ponpes Ini Bakal Maksimalkan Fungsi Pengawasan.

Terlihat dari pantuan kabar6.com dilapangan, beberapa personel Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang melakukan penjagaan, sedangkan pasien pengunjung Puskesmas tersebut silih berganti untuk melakukan pendaftaran pengobatan.(Oke)

Berita Terbaru