oleh

Kasus Jalan Protokol Rusak di Tangerang Dibawa ke Kejati Banten

Kabar6–Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten disoal. Kali ini, protes muncul dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan).

Kalangan LSM menuding, banyak proyek pembangunan infratruktur yang dikerjakan di wilayah Tangerang tidak sesuai dengan rancangan kerja, dan tidak berkualitas.

Gabungan LSM tersebut terdiri dari Reclasseering Indonesia Provinsi Banten, Gerakan Masyarakat Madani (Gemma) Tangerang, Gerakan Rakyat Miskin (Gerimis), Solidaritas Masyarakat Tangsel, LIPPN Tangsel, Solidaritas Masyarakat Tangerang (Smart), Himata Tangerang, HMI Ciputat, Kosgoro, Repdem, dan LIPAN.

“Kami sepakat menyoal kinerja Provinsi Banten, karena banyak Jalan Protokol di Tangerang yang baru selesai diperbaiki tapi sudah rusak lagi,” Iman Fachrudin, ketua Reclasseering Indonesia Provinsi Banten, Selasa (22/1/2013).

Rencananya, lanjut Imam Fachrudin, para aktivis yang berada dalam gabungan LSM tersebut bakal melaporkan buruknya kualitas proyek Jalan Protokol diwilayah Tangerang itu ke Kejaksaan Tinggi Banten.

“Kami menduga, kualitas bahan untuk membangun Jalan Protokol itu dimainkan oleh kontraktornya alias tidak sesua standar. Dan, ini terjadi akibat kelalaian pengawasan dari Pemprov Banten,” kata Fachrudin lagi.

Dampak buruknya adalah, kata Fachrudin, kerusakan ruas jalan yang terjadi justru dapat membahayakan keselamatan jiwa pengendara atau masyarakat pengguna jalan.

Sebelumnya, warga di Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang mengeluhkan buruknya kualitas pembangunan infastruktur jalan di daerah mereka.

Salah satunya, yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Serpong. Di lokasi pembangunan jalan itu, bayak jalan yang sudah bergelombang, dan rusak lantaran buruknya bahan aspal yang digunakan.

“Liat saja, baru di aspal jalannya udah pada ngelupas lagi,” ungkap Remus Dauna, warga Perumahan Nusa Loka, BSD.(iqmar)

Berita Terbaru