oleh

Kapolresta Tangerang Beberkan Kronologi Arogansi Oknum Polisi Banting Mahasiswa di Tigaraksa

Kabar6 – Pihak Polres Kota Tangerang membeberkan kronologi tindak arogansi dengan mencekik dan membanting yang dilakukan oknum petugas kepolisian, terhadap seorang mahasiswa saat aksi unjuk demo di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Kapolreta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, tindak kekerasan itu terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

Disana, terdapat sejumlah alias mahasiswa, baik itu dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Tangerang Raya, hingga HIMATA (Himpunan Mahasiswa Banten) yang sedang menyuarakan aspirasi soal kritikan pada aturan yang disahkan oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Awalnya, aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 12.30 WIB itu berjalan lancar, namun 30 menit berikutnya, aksi unjuk rasa mulai memanas.

“Aksi mulai memanas saat para peserta unras yang merupakan mahasiswa hendak masuk ke Gedung Bupati Tangerang, karena ingin aspirasinya diterima langsung oleh Bupati Tangerang. Saat itu, Bupati Zaki kebetulan sedang berada diluar ruangan, karena ada rangkaian HUT Kabupaten Tangerang, jadi yang menerima para mahasiswa ini merupakan pejabat dinas lainnya,” katanya.

Namun, hal itu ditolak, hingga terjadi saling dorong antara petugas kepolisian berujung kericuhan.

“Ketika ricuh itu, oknum petugas pengamanan ini berbuat tindakan demikian, yang mana diakuinya secara reflek,” ujarnya.

**Baca juga: IPW Duga Oknum Polisi Banting Mahasiswa di Tigaraksa Langgar Protap

Saat mendapatkan tindak kekerasan dengan dibanting, korban yang diketahui bernama Muhammad Faris A (20) itu langsung kejang-kejang kemudian pingsan. Disana petugas langsung melakukan evakuasi dengan membawa yang bersangkutan ke rumah sakit.

“Saat di cek semuanya dalam kondisi sehat dan normal,” ungkapnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan, begitu juga terhadap petugas yang melakukan tindak kekerasan yakni Brigadir NP yang menjalani pemeriksaan Propam Mabes Polri dan Polda Banten.(Vee)

Berita Terbaru