Kabupaten Kutai Belajar Program UKS di Tangsel

M Ghufron Yusuf (kedua dari kanan) belajar UKS di Tangsel dalam agenda kunjungan kerja.(yud)
M Ghufron Yusuf (kedua dari kanan) belajar UKS di Tangsel dalam agenda kunjungan kerja.(yud)
dbest

M Ghufron Yusuf (kedua dari kanan) belajar UKS di Tangsel dalam agenda kunjungan kerja.(yud)Kabar6-Suksesi program pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang diramu Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dilirik oleh daerah lain.

Hal tersebut cukup beralasan, karena kini kota termuda di Provinsi Banten ini menyandang predikat jawara Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional.

Wakil Bupati Kutai Kertanegara, M Ghufron Yusuf, mengakui bila lembaga yang dipimpinnya dihadapkan pada masalah krusial terkait pendanaan.

Oleh karenanya, ia ingin belajar ke Pemkot Tangsel yang dianggap telah berhasil dalam menggulirkan program UKS.

“Di Kutai, dari 760 sekolah baru ada 524 sekolah yang punya UKS. Dan masih banyak kelas yang hanya diisi oleh enam siswa,” terangnya di Aula Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Kecamatan Pamulang, Senin (29/12/2015).

Menurut Ghufron, tentunya kondisi di atas tak terlepas dari keadaan geografis wilayah di Provinsi Kalimantan Timur itu. Luasnya wilayah tak sebanding dengan jumlah sumber daya manusia yang ada. **Baca Juga: Rayakan Ultah Ibu, Pramugara Air Asia Sempat ke Pamulang.

Ghufron juga tak ingin salah langkah dalam menggelontorkan  anggaran kas daerah untuk pos program UKS. Termasuk menggandeng para pemangku kepentingan (stakeholder) dari kalangan tokoh agama dan masyarakat serta dunia usaha.

“Bagaimana cara meningkatkan kesadaran sekolah. Apakah pembinaan bisa menggunakan dana BOSDA (Bantuan Operasional Daerah). Sarana dan prasarana UKS berasal dari mana,” Tanya Ghufron.(yud)