oleh

Jumlah Penduduk Menyusut, Lima Negara Ini Bujuk Warganya ‘Rajin’ Bercinta

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Pertambahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.

Nah, sebutan pertambahan penduduk merujuk pada semua spesies, tetapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertambahan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Diketahui, beberapa negara mengalami penyusutan jumlah penduduk karena berbagai hal. Salah satunya disebabkan karena angka fertilitas (kelahiran) yang rendah.

Nah, beberapa negara berikut berupaya membujuk warganya agar rajin bercinta, lantaran mengalami penyusutan jumlah penduduk. Dikutip dari BBC Indonesia, berikut negara yang dimaksud:

1. Korea Selatan
Pada 2010, Kementerian Kesehatan menganjurkan para pegawai untuk pulang dan beranak-pinak. Setiap bulannya, ada satu hari mereka mematikan lampu gedung pada pukul 19.00, waktu yang relatif terlalu awal untuk negeri yang dikenal dengan etos kerja keras dan jam kerja yang panjang. Kementerian Kesehatan pun mendapat julukan sebagai ‘Kementerian Perjodohan’.
   
2. Rusia
Sejak dasawarsa lalu, negeri itu menetapkan 12 Desember sebagai ‘Hari Pembuahan’. Di beberapa daerah, pasangan yang kemudian mendapatkan anak persis sembilan bulan kemudian, pada Hari Nasional 12 Juni, mendapatkan hadiah khusus.
   
3. Italia
Akhir tahun lalu, hotel-hotel di Assisi, Italia, menawarkan liburan gratis kepada pasangan yang mengandung di sana. Namun upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang menurun itu mendapat kecaman luas. ** Baca juga: Menakjubkan, 4 Juta Kulit Kerang Lapisi Gua Shell Grotto
   
4. Taiwan
Sejumlah langkah diambil untuk mencegah laju penurunan kelahiran jatuh, termasuk ‘bonus bayi’, bantuan pembiayaan pengobatan kesuburan dan ditambahnya subsidi untuk perawatan anak. Selain itu, dilakukan juga berbagai acara perjodohan di antara staf pada Kementerian Dalam Negeri yang belum menikah.
   
5. Rumania
Sejak 1960-an, rezim Nicolae Ceausescu tidak segan menggunakan metoda paling otoriter untuk mendongkrak tingkat kelahiran. Antara lain melarang pendidikan seks, melarang kontrasepsi, menyatakan janin sebagai ‘milik seluruh masyarakat,’ dan memaksa kaum hawa untuk menjalani pemeriksaan klinis teratur, sehingga kehamilan bisa ditentukan dan dipantau sedini mungkin.

Lucu juga ya, karena dalam hal bercinta pun negara harus ‘turun tangan’.(ilj/bbs)

Berita Terbaru