Jumlah Penderita HIV/AIDS di Pantura Tangerang Bertambah

kabar6.com
Kampanye anti HIV/AIDS yang dilakukan pelajar.(ver)

Kabar6-Penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah Pantura, Kabupaten Tangerang, semakin memprihatinkan. Bahkan belakangan ini penderitanya terus bertambah dan menyerang generasi muda.

Puskesmas Mauk mencatat, pederita penyakit yang belum ditemukan obatnya ini terus meningkat dari 2016 hingga ke 2017.

Data Puskesmas Mauk yang memiliki konselor HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Tangerang bagian utara menyebut, terdapat sembilan orang penderita HIV/AIDS pada tahun 2016. Kemudian, meningkat menjadi 30 orang penderita pada 2017.

Dari data tersebut terungkap, jumlah penderita sebagian besar adalah pekerja seks komersil (PSK), gay, waria dan ibu rumah tangga.

Namun konselor enggan mengungkapkan data usia penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Tangerang bagian utara.

“Secara jumlah meningkat cukup tajam. Pada awalnya sembilan orang pada 2016, sampai 2017 sudah 30 orang penderita,” terang Konselor Puskesmas Mauk, dr Eka Thesis kepada Kabar6.com, Sabtu (14/7/2018).

Eka menjelaskan, ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS, bisa disebabkan karena memiliki suami yang pernah memakai jarum suntik untuk menggunakan narkoba, atau berhubungan badan dengan PSK yang menularkan HIV/AIDS. Kemudian, laki-laki tersebut berhubungan badan dengan ibu rumah tangga tersebut.

Selain itu, Eka mengatakan, penyebab penularan HIV/AIDS bisa juga menyebar melalui darah, cairan vagina perempuan, cairan sperma laki-laki dan air susu ibu (ASI).

“Penyebab meningkatnya kasus HIV/AIDS tidak lepas dari perilaku buruk penderitanya, misalnya berhubungan berganti-ganti pasangan, berhubungan dengan pekerja seks komersial yang mengidap HIV. Bagi ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS bisa diketahui dengan cara melakukan pengecekan pertama kehamilan,” tutur Eka.

Ditanya soal apakah ada Aparatur Sipil Negara (ASN) menderita HIV/AIDS, Eka menyebutkan, tidak bisa menyampaikan rincian dan dominasi penderita HIV/AIDS, serta adakah ASN menderita penyakit tersebut. Karena dia harus mematuhi kode etik untuk merahasiakan data pribadi penderita HIV/AIDS.

Menurutnya, terpenting kedepan pihaknya akan lebih aktif untuk menjaring penderita HIV/AIDS. Karena keberadaan penderita HIV/AIDS diibaratkan gunung es, yang hanya terlihat kecil dipermukaan namun besar di dasar air.

Dengan demikian, dalam pencegahan penularan dan menjaring penderita, pihaknya bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Yayasan Bina Muda Gemilang (BMG), rutin melakukan pemeriksaan HIV/AIDS ke tempat perkumpulan PSK, gay dan waria di wilayah Pantura.**Baca juga: Ini Alasan Garuda Sewa 4 Pesawat Saat Musim Haji.

“HIV atau Immunodeficiency Virus menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sedangkan AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya,” pungkasnya.(vero)