oleh

Jelang Lebaran, Warga Miskin di Tangsel Geruduk Kantor Kecamatan

Kabar6-Di tengah harga komoditas bahan pangan pokok yang semakin mahal belakangan ini membuat ribuan warga ekonomi menengah kebawah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rela harus mengantre secara berdesakan.

Pemandangan tersebut kasat mata saat digelar pasar murah secara serentak di tujuh wilayah kecamatan.

“Dua kali saya melihat dan mengevaluasi masih ada kekurangan ketika pasar murah ramadhan dipusatkan di Pamulang,” kata Walikota Airin Rachmi Diany, saat membuka kegiatan pasar murah di Kecamatan Pondok Aren, Selasa (30/7/2013).

Airin melihat karena dari sisi aksesbilitas akan menyulitkan warga yang letak rumahnya jauh dari lokasi pasar murah jika hanya diselenggarakan pada satu lokasi.
Lantas masih banyaknya pembeli sembako dari kalangan pegawai kantor pemerintahan dan kedua hal itu menurutnya tidak tepat sasaran.

Melalui pasar murah yang digelar tahun ini, terang Airin, warga yang berhak menerima kupon untuk belanja hanya untuk warga miskin.

Ribuan warga tersebut telah terdata dalam Rumah Tangga Sasaran dan subsidi sebesar Rp 25 untuk satu paket sudah cukup membantu mereka menghadapi lebaran.

“Tahun lalu saya mendapat masukan dan kritikan dari teman-teman wartawan dan sekarang kita realisasikan semoga bermanfaat. Kita lihat juga dari evaluasi jumlah partisipan ada penambahan dari sebelumnya,” katanya.

Jumi (47), warga Kelurahan Pondok Karya mengaku sejak pagi dirinya sudah menunggu di bawah tenda lokasi pasar murah sejak pagi. Dengan memegang selembar kupon, wanita ini tampak begitu sumringah bisa membeli sembako dengan harga murah.

“Jarang-jarang kan ada pasar murah kayak gini,” ujarnya sambil tersenyum.

Berdasarkan data yang dihimpun kabar6.com, seperti Kecamatan Pondok Aren menjual kupon per lembar seharga Rp 50 ribu. Harga tersebut berisi paket 5 kilogram beras, 1 kilogram terigu, 1 kilogram gula pasir dan 1 liter minyak goreng. Padahal harga normal per paketnya mencapai Rp 85 ribu.

Selain itu Perpustakaan Kota Tangsel juga menjual paket hemat 25 persen. Pembelian tanpa kupon ini hanya dihargai Rp 60 ribu berisi 5 liter beras, 2 liter minyak goreng kemasan, 1 kilogram gula pasir, 1 kilogram terigu kemasan serta masih banyak paket sembako yang dijual sejumlah ritel swasta.(yud)

 

Berita Terbaru