oleh

Jangan Salah Bedakan Antara Lapar Fisik dengan Lapar Mata

Kabar6-Saat melahap makanan, bisakah Anda membedakan antara lapar fisik dengan lapar mata? Tak jarang, lapar mata diartikan sebagai pertanda bahwa tubuh membutuhkan energi lebih. Padahal tanpa disadari, lapar jenis ini justru menjadi ‘momen’ menimbun kalori yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh.

Dalam sebuah penelitian, melansir Kompas, orang yang dengan kesadaran makan rendah, seperti makan dan ngemil hanya karena tergiur iklan atau makan hanya karena sedih atau bosan, 34 persen cenderung untuk menjadi lebih gemuk dalam waktu cepat.

Seorang penulis Eating Mindfully bernama Susan Albers, Psy.D membedakan rasa lapar menjadi dua kategori. Pertama adalah lapar perut atau lapar fisik (physical hunger) dan yang kedua ialah lapar mata atau lapar emosional (emotional hunger). Apa perbedaannya?

Empat tanda lapar fisik:
1. Datang secara bertahap, dari yang tak terlalu lapar menjadi sangat lapar
2. Anda merasakannya di perut, dan bukan di lidah
3. Anda ingin makan apa pun yang dapat dimakan
4. Mudah untuk terpuaskan dan merasa kenyang

Empat tanda lapar emosional:
1. Datang tiba-tiba setelah Anda melihat makanan yang menarik
2. Anda merasakannya di hati, dan bukan perut.
3. Hanya jenis makanan tertentu saja yang Anda inginkan
4. Sulit untuk terpenuhi dengan makanan lain

Jika yang Anda rasakan lapar fisik, pilihlah bahan makanan yang baik sehingga akan membuat tubuh berenergi dan kenyang lebih lama seperti protein atau sayuran.

Namun jika itu lapar emosional, temukan tiga penyebab untuk menggambarkan bagaimana perasaan Anda yaitu apakah bosan, frustrasi, atau terangsang secara seksual? Lalu temukan jalan keluar yang tepat seperti jalan-jalan, mengobrol dengan kerabat, atau menerima pelukan dari pasangan.

Tak kalah penting adalah menghindari ‘lapar palsu’, dengan miliki kesadaran makan yang tinggi. Salah satunya dengan menghindari gangguan seperti menonton TV.

Cobalah fokus pada rasa dan tekstur, kunyah perlahan, dan sesekali cobalah menggunakan tangan yang tidak dominan untuk dapat fokus pada makanan. ** Baca juga: Benarkah Makan Secara Perlahan Bisa Bikin Cepat Kenyang?

Dengan begitu, Anda akan mengonsumsi makanan berkualitas, yaitu dalam jumlah cukup namun memuaskan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru