oleh

Jangan Salah, 7 Makanan Ini Ternyata Bisa Jadi Pemicu Alergi

Kabar6-Selain debu, tungau atau udara dingin, ada banyak makanan yang bisa membuat seseorang mengalami alergi. Misalnya orang alergi terhadap segala jenis makanan laut, susu, telur, dan sejenisnya.r

Namun tahukah Anda, ternyata ada makanan yang tak disangka-sangka dapat memicu eaksi alergi, lho. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada lebih dari 160 makanan biasa yang memicu alergi.

Seorang ahli nutrisi bernama Katherine Marengo, LDN, RD, dalam review kesehatannya menyebutkan, ada beberapa jenis makanan biasa yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Melansir beberapa sumber, ini tujuh makanan yang dimaksud:

1. Daging merah
Alergi daging jarang terjadi, tetapi beberapa orang memiliki alergi terhadap daging, daging sapi, domba, babi, dan kambing. Alergi daging merah terhadap daging sapi dan babi dikaitkan dengan gigitan dari kutu Lone Star yang dapat ditemukan kawasan Texas hingga New England.

Food Allergy Research & Education (FARE) menyebutkan, reaksi alergi daging merah baru terjadi tiga sampai enam jam setelah makan. Hal tersebut menjadikan alergi ini sulit terdiagnosis.

Gejalanya, gatal, mual, muntah, dan diare. Jika memiliki alergi terhadap suatu jenis daging, ada kemungkinan alergi terhadap jenis daging lain, seperti unggas.

2. Biji wijen
Makanan pemicu alergi selanjutnya adalah biji wijen. Namun alergi ini sangat jarang terjadi, diperkirakan dialami sekira 0,1 persen orang di AS. Seperti alergi terhadap kacang, orang yang alergi terhadap biji wijen dapat mengalami reaksi parah. Ekstrak dan minyak biji wijen juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada penderita alergi biji wijen.

3. Alpukat
Alergi terhadap alpukat erat kaitannya dengan alergi terhadap lateks. Ketika memiliki alergi terhadap lateks, maka ada kemungkinan jika mengkonsumsi makanan yang mengandung antigen yang sama (protein yang bertanggung jawab atas reaksi alergi) dengan lateks akan timbul pula reaksi alergi.

Pada alpukat, kandungan proteinnya mirip atau sama dengan lateks sehingga dapat memicu alergi. Jika alergi terhadap lateks dan memiliki reaksi yang sama saat konsumsi alpukat, maka ada kemungkinan juga mengalami alergi ketika mengonsumsi kentang, tomat, chestnut, pepaya, pisang, dan kiwi.

4. Jagung
American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI) menyebutkan, alergi jagung sulit diidentifikasi karena reaksinya mirip dengan alergi biji-bijian, dan serbuk sari rumput.

Meskipun jarang, alergi jagung bisa menimbulkan reaksi yang parah. Disarankan menghindari semua olahan jagung, baik jagung dimasak, jagung mentah, sirop, atau tepung.

5. Mangga
Meski relatif jarang, mengonsumsi mangga bagi sebagian orang bisa menimbulkan alergi. Seperti alergi alpukat, alergi terhadap mangga sering dikaitkan dengan alergi lateks.

6. Marshmallow
Alergi terhadap marshmallow, disebabkan oleh gelatin yang terkandung di dalamnya. Gelatin adalah protein yang terbentuk ketika jaringan ikat dari hewan direbus.

7. Buah-buahan kering
Penyebab di balik alergi buah yang dikeringkan adalah sulfit, seperti sulfur dioksida yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Di Uni Eropa, produsen diwajibkan memberi label makanan kemasan yang mengandung sulfit.

Jika alergi atau peka terhadap sulfit, ada kemungkinan memiliki reaksi alergi ketika mengonsumsi sayuran kering, serta buah-buahan dan sayuran kaleng atau beku. ** Baca juga: Tanpa Obat Tidur, Ada 5 Kebiasaan untuk Atasi Insomnia

Apakah Anda termasuk orang yang juga alergi terhadap sejumlah makanan?(ilj/bbs)

Berita Terbaru