oleh

Jaksa Agung Sebut Tak Ada Daerah yang Tidak Ada Kasus Korupsi, Berapa Diungkap Kejari Lebak?

Kabar6-Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebut, tidak ada daerah yang tidak terdapat kasus korupsi. Hal itu Burhanuddin katakan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Selasa (26/1/2021).

Kepala Kejari Lebak Nur Handayani, mengatakan, jika di suatu daerah tidak terdapat kasus korupsi, bukan berarti kejari di daerah tersebut tidak bekerja.

“Ada, tidak mungkin tidak ada (Kasus korupsi). Ya memang ada di daerah tidak ada, tapi bukan berarti kejarinya tidak bekerja,” kata Nur Handayani kepada Kabar6.com, di pendopo bupati Lebak, Kamis (28/1/2021).

Untuk diketahui, pada tahun 2020, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Perak melayangkan surat kepada Kejari Lebak untuk meminta informasi mengenai progres sejumlah perkara yang ditangani kejari. Sejumlah perkara yang dimaksud yakni pengadaan buku dari BOS di sekolah lingkungan Kemenag, pengadaan fingerprint di SD dan SMP lalu penyelenggara pendidikan SMA/SMK dan penggunaan dana BOS.

Disebut-sebut, sejumlah pihak dalam beberapa perkara tersebut bahkan sudah dimintai keterangan. Namun, surat permohonan informasi tersebut tak kunjung dijawab kejari.

Sepanjang tahun 2020, diketahui tidak ada kasus korupsi yang diungkap oleh Kejari Lebak. Nur Handayani menyebut, dari perkara-perkara yang dimaksud LSM Gema Perak maupun yang diadukan pada tahun 2020 tidak ditemukan adanya indikasi korupsi.

“Laporan pengaduan yang lama 2020, setelah kami lakukan pendalaman di situ memang tidak ada perbuatan melawan hukum atau kerugian negara. Masa mau kami jadikan tersangka kalau tidak ada, Kalau memang tidak terbukti ya kami hentikan, jangan kita menzalimi orang,” ujar Nur.

**Baca juga: DPRD Minta Dinkes Lebak Transparan soal Efek Samping Vaksin Covid-19

Sejak ia menjabat September 2020, hanya ada satu perkara yang naik ke tingkat penyidikan.

“Ada satu, saya lagi dik, masih penyidikan. KUD di desa, nama desanya coba tanya Kasi Pidsus ya,” ucapnya.(Nda)