oleh

Intip Perayaan Idul Fitri di Enam Negara

Kabar6-Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi momen yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadan.

Dan setiap negara merayakan Idul Fitri dengan tradisi yang berbeda-beda. Jika di Indonesia Idul Fitri identik dengan mudik, malam takbiran, ketupat, dan halal bi halal, bagaimana dengan enam negara ini? Melansir Medcom, berikut enam negara yang dimaksud:

1. Tunisia
Di Tunisia menikmati perayaan Idul Fitri hingga empat hari. Namun, hanya dua hari di awal Syawal yang menjadi libur nasional. Biskuit khusus bernama Ka’ak dan Baklawa dipersiapkan untuk dibagikan ke kerabat dan teman-teman saat perayaan Idul Fitri.

Pagi-pagi, muslim pria mendatangi masjid untuk salat Ied, sementara kaum hawa berada di rumah dan mempersiapkan perayaan dengan menyusun mainan serta pakaian untuk anak-anak mereka.

Di negara arab muslim yang terletak pada pesisir Laut Tengah di Afrika Utara ini, makan siang keluarga besar pada perayaan Idul Fitri biasanya diadakan di salah satu rumah orangtua.

Ada yang mengisi perayaan Idul Fitri dengan musik dan menari pada siang hari. Pesta pun berlangsung sepanjang hari dengan membagi-bagikan hadiah dan makanan.

2. Somalia
Perayaan Idul Fitri di negara yang terletak di Tanduk Afrika ini ditandai dengan perjamuan yang unik. Hidangan khusus bernama Xalwo (Halwo atau Halva) disajikan oleh umat muslim Somalia untuk memeriahkan Idul Fitri.

3. Afrika Selatan (Afsel)
Ratusan umat muslim di Afrika Selatan berkumpul di Green Point di Cape Town di malam hari penutup Ramadan. Mereka berkumpul untuk merayakan malam Idul Fitri dengan melihat bulan.

Kegiatan itu mempertemukan semua lapisan masyarakat. Mereka membawa sesuatu untuk dibagi-bagikan dengan orang lain setelah berbuka puasa di hari penutup Ramadan di tahun itu.

Di pagi hari, umat muslim Afrika Selatan mendatangi masjid untuk salat Ied. Selanjutnya, Festival Idul Fitri dirayakan. Diikuti dengan saling mengunjungi tetangga dan kerabat. Anak-anak menerima uang dan hadiah dari para orangtua, tetangga, dan kerabat.

Sebagian besar mengenakan pakaian baru dengan warna-warna cerah. Sementara kue, biskuit, pie, samosa, dan kue tar disajikan untuk para tamu. Makan siang biasanya disajikan dalam keluarga besar. Bertukar hadiah pun wajib dilakukan.

4. Bangladesh
Di Bangladesh, libur Idul Fitri ditetapkan selama tiga hari. Lembaga pendidikan dan sekolah pada umumnya tutup selama sepekan Idul Fitri. Di negara yang terletak di Asia Selatan itu berbatasan dengan India, itu perayaan Idul Fitri diawali dengan salat Ied di pagi hari.

Selanjutnya, umat muslim mengunjungi teman dan kerabat dengan memberikan zakat fitrah. Kebiasaan populer ditandai dengan memakai pakaian baru, menghias tangan dengan pacar (henna), dan makan bersama keluarga dan teman.

5. Pakistan
Umat muslim di Pakistan memakai baju baru untuk bersiap-siap melaksanakan salat Ied. Membagi-bagikan sedekah wajib (zakat) atas nama masing-masing keluarga mereka kepada fakir miskin setidaknya sebelum salat Ied.

Hal ini memungkinkan semua orang merasakan suka cita perayaan Idul Fitri. Orang-orang berkumpul di daerah terbuka seperti lapangan parkir dan lapangan olahraga untuk Salat Id. Setelah salat, mereka saling menyapa dan sebagian besar memberikan pelukan.

Selanjutnya mereka membeli balon gas, hadiah, dan permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak. Sarapan khusus Idul Fitri disajikan berupa kurma yang dicampur dengan susu, butter, vermicelli, dan buah-buahan kering.

Anak-anak juga sangat menikmati perayaan Idul Fitri karena menerima uang tunai yang disebut ‘Eidi’ sebagai hadiah dari orangtua dan kerabat yang berkunjung. Anak-anak diizinkan untuk menghabiskan hadiah uang itu pada hari Idul Fitri.

Kemudian, toko-toko permainan, wahana luar ruangan (outdoor), dan sejumlah permainan dikunjungi anak-anak untuk bersenang-senang sepanjang hari. Sementara yang dewasa mengunjungi laut, taman, sungai, danau, untuk bersantai. Keluarga berkumpul di malam hari untuk menikmati makan malam.

6. Afganistan
Idul Fitri memiliki arti penting dalam budaya Muslim Sunni Afganistan. Idul Fitri dirayakan secara luas selama tiga hari penuh. Dan yang paling populer adalah ucapan Idul Fitri (Eid Mubarak). Di antara komunitas muslim berbahasa Pashto, Idul Fitri disebut Kochnai Akhtar.

Persiapan dilakukan umat muslim Afganistan pada 10 hari sebelum Idul Fitri dengan membersihkan rumah mereka. Kegiatan ini disebut Khana Takani. Penduduk Afganistan mengunjungi pasar-pasar lokal untuk membeli permen, makanan ringan, dan pakaian baru.

Sajian khusus khas Idul Fitri adalah Shor-Nakhod, yang dibuat dengan buncis, jelabi, dan kue Wa Kolcha (mirip kue pound). ** Baca juga: 2 Negara yang Ikut Berikan ‘THR’

Hal pertama yang dilakukan adalah salat Ied. Kemudian berkumpul di rumah bersama keluarga dan saling menyapa dengan mengucapkan ‘Eidet Mobarok Roza wa Namazet Qabool Dakhel Hajiwa wa Ghaziha’ yang artinya ‘Selamat Idul Fitri kepada Anda, semoga doa dan puasa diterima oleh Allah, dan semoga Anda dapat melaksanakan haji.’

Lalu para orangtua membagi-bagikan hadiah dan uang kepada anak-anak yang mungkin sulit dilakukan pada waktu lain. Anak- anak berjalan kaki dari pintu ke pintu dan mengucapkan ‘Khala Eidet Mubarak’ dan mereka mendapat cookies atau pala.

Bagaimana Lebaran di tempat Anda? (ilj/bbs)

 

Berita Terbaru