oleh

Intip Koleksi Musik dan Film Jadul Milik Vokalis Band Metal asal Bintaro

Kabar6-Berawal dari kegemarannya mengoleksi musik dan film sejak kelas 3 SMP, vokalis band metal asal Bintaro, Benino Aspiranta kini memiliki empat ribu lebih musik dan film dari berbagai format seperti vinyl atau piringan hitam, kaset, CD, betamax, vhs, laserdisc, VCD, DVD, hingga blueray disc.

Koleksi album musik dan film yang didapat dari dalam dan luar negeri terlihat hampir memenuhi isi kamarnya. Bahkan, dirinya sempat dikomplain istri karena seperti tidur di toko kaset kemudian dipindahkan ke ruangan lain.

“Ada sekitar 2000 kaset dan CD, dengan 80 persen musik metal, 20 persen musik pop/rock era 80-90an yakni, album New Kids On The Block, Milli Vanilli, Sepultura, Deicide, Morbid Angel dan kaset-kaset lawakan Jojohn-Jayakarta Grup. Lalu sekitar 2000 film dari berbagai format, seperti Warkop DKI dan film tahun 80an dari aktor Jean Claude Van Damme,” ujar pria kelahiran 21 April ini.

Menurut Nino, dirinya dulu selalu membeli koleksi yang diidamkan melalui toko offline, trade atau barter dengan teman di dalam dan luar negeri dan membeli saat manggung diluar kota atau luar negeri.

“Nah sekarang, belinya via online. Sekarang banyak diproduksi lagi. Kaset-kaset rilisan lokal bisa 60 sampai 70 ribu untuk band indie, kalau CD kisaran 50-60 ribu malah lebih murah. Kalau dulu beli kaset harganya 2 ribu, kaset barat 5 ribu, CD barat bisa 3 kali lipat harganya,” ungkap vokalis band cadas bernama Trauma.

Rilisan fisik lawas diera digitalisasi saat ini menjadi semakin mahal harganya. Bahkan bisa berkali kali lipat dari aslinya dan semakin diburu orang.

“Misalnya, CD barat atau import yang baru, harganya mulai dari 150 sampa 500 ribu per judul. Kalau memang itu judul yang langka atau dulunya dirilis secara limited edition,” bebernya.

Menjadi kebanggaan sendiri bagi dirinya ketika berhasil mendapatkan barang yang sudah lama diicar, terlebih sang istri memiliki hobi yang sama untuk mengumpulkan film dan musik.

“Bersyukur banget bisa sehobi dengan istri dan zaman pacaran malah sering hunting film bareng ke Glodok, terutama film-film Indonesia jadul. Tapi kalau keduluan orang lain atau disaat ada yang menawarkan barang, tapi kitanya lagi gak ada budget ya sedih sih tapi itulah serunya hunting,” lanjutnya.

Diketahui, kolektor rilisan fisik justru saat ini semakin banyak karena kepuasan mendengarkan rekaman fisik dan digital jelas bebeda. Di rilisan fisik kita juga bisa menikmati kemasannya dan covernya.

**Baca juga: Anniversary 3th, IKEI Fokus Tingkatkan Kemampuan Engineers

“Kalau suka sama salah satu artis di album atau film tertentu, pasti tertarik juga buat nyimak karya mereka yang lainnya, jadi pasti nyari. Selain itu, untuk menghibur diri dan penambah semangat di saat penat dengan kerjaan kantor dan lainnya. Sering beli film sistem nyetok juga. Jadi beli sekarang dan nontonnya pas lagi pengen atau ada waktu aja,” imbuh Nino.

Pria berambut gondrong ini pun menjelaskan cara merawat koleksinya. CD, kaset atau jika sudah selesai ditonton harus diplastikan lagi, supaya bersih dan selalu terlihat baru. Dalam setahun sekali, dirinya pun mengganti dengan plastik yang baru dan koleksian juga pantang dicorat-coret.(fit)

Berita Terbaru