oleh

Intan, Anak Tukang Cuci Penderita Meningitis Dipindahkan ke RS Fatmawati

Intan saat mendapatkan penanganan medis.(yud)

Kabar6-‎Intan Febrizka (9), anak tukang cuci yang menderita penyakit hepatitis A atau meningitis, kini sudah melewati masa kritis.

Jika saja ia terlambat mendapatkan pertolongan medis, maka nasibnya terancam sama dengan adiknya yang sepekan lalu meninggal dunia akibat penyakit serupa.

Sophie Raksadinata, salahsatu relawan‎ mengatakan, Intan sempat mendapatkan perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit (RS) Mayapada.

Kini, warga yang bermukim di Jalan Parkit RT 04 RW 04, Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, itu telah siuman.

“Intan tadi sudah dipindahkan ‎ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan,” katanya saat dihubungi kabar6.com, Sabtu (13/8/2016).

Sophie jelaskan, selama Intan mendapatkan pengobatan dan perawatan di ruangan khusus anak atau PICU (Pediatric Intensive Care Unit), ongkosnya selangit. Tentu saja total biaya tak mampu dijangkau Siti Rachmah (40), ibu Intan.

Sebab, janda beranak lima yang hanya bekerja sebagai buruh cuci. Iapun bersyukur, penggalangan dana bantuan dari para dermawan telah mampu terkumpul.

Sophie berujar, uang sebanyak Rp50 juta sumbangan dermawan telah disalurkan untuk menutupi biaya selama Intan dirawat di RS Mayapada. Bantuan itupun telah menyelamatkan Intan dari ancaman serangan virus di paru-paru dan otaknya. **Baca juga: Begini Cara MA Bantai Pedagang Kopi di Ciputat.

“Pertimbangannya soal biaya, makanya perawatan Intan dipindahkan ke Ruang PICU Fatmawati,” ujarnya. **Baca juga: Banyak Sekolah Negeri di Tangsel Kekurangan Ruang Kelas.

Irma, relawan lainnya mengutarakan, Intan masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Bantuan donasi bisa langsung disalurkan ke orangtua Intan di ruang PICU lantai 7 RS Fatmawati. **Baca juga: Intan, Anak Buruh Cuci di Ciputat Butuh Bantuan.

“Semoga amal ibadah para dermawan mendapatkan balasan dari Allah SWT, dan Intan lekas sembuh,” tambahnya.(yud)

Berita Terbaru