Ini Tips Cara Sembelih Hewan Ternak Kurban dari MUI Kota Tangsel

kabar6.com
KH Hasan Mustofi saat mengecek hewan kurban.(yud)

Kabar6-Teknik menyembelih hewan ternak telah diatur tidak boleh sembarangan. Jika hewan tersebut disembelih tanpa proses yang sesuai dengan syariat Islam maka dagingnya haram dimakan karena dinilai menjadi bangkai.

Ketua Bidang Penetapan Hukum, Fatwa dan Perundang-undangan MUI Kota Tangerang Selatan Hasan Mustofi menjelaskan syariat adalah aturan-aturan dan batasan dasar sebagai dasar etika pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

“Agar semua amal ibadah kurban memenuhi kehalalan dalam arti dibolehkan, disetujui, diridhoi dan diberkahi Allah Subhana Wattaala,” ungkapnya lewat keterangan resmi yang diterima kabar6.com, Sabtu (4/8/2018).

Dijelaskan, aspek teknik dalam pemotongan hewan ternak kurban harus memenuhi beberapa syarat. Antara lain, pemotong muslim yang telah dewasa atau baligh berakal sehat baik laki-laki maupun perempuan. Ketika akan menyembelih harus membaca basmallah.

Alat penyembelihan berupa pisau mesti sangat tajam. Hewan ternak kurban yang disembelih harus di bagian lehernya dengan memutuskan saluran pernafasan (trachea/hulqum), saluran makanan (oesophagus/marik), dan dua urat leher (wadajain).

Sedangkan hewan yang tidak dapat disembelih di lehernya karena liar atau jatuh ke dalam lubang. “Maka penyembelihannya dapat dilakukan di mana saja dari badannya asal dapat mati karena luka tersebut,” papar Hasan.

Aspek kesunahan dalam proses sebelum penyembelihan juga turut diperhatikan. Hewan yang akan disembelih sunnah dihadapkan ke arah qiblat. Hewan digulingkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah disembelih.

Masih menurut Hasan, hewan yang lehernya panjang hendaknya disembelih pada bagian pangkal dengan memotong dua urat sebelah kiri dan kanan. Cara tersebut diharapkan dapat mempercepat kematian hewan ternak kurban.**Baca Juga: Polusi PT Xinxing Steel, Kades Pasar Kemis Bakal Surati Kecamatan.

“Selain membaca basmallah, orang yang menyembelih juga disunnahkan membaca salawat dan takbil sebanyak tiga kali. Kebersihan juga harus terjaga agar tidak mencemari lingkungan sekitar,” tambahnya.(yud)