Ini Tiga Kecamatan Rawan Bencana di Kota Cilegon

Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis.(bbs)

Kabar6-Kota Cilegon memiliki indeks resiko bencana cukup tinggi, dengan skor mencapai 104,7. Artinya, Kota Cilegon masuk dalam kategori wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap bencana.

Hal tersebut terungkap saat kegiatan pembentukan dan penyelenggaraan forum SKPD penanggulangan bencana Kota Cilegon, yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon, di salah satu hotel di Kota Cilegon, Rabu (23/3/2016).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis dalam sambutannya mengatakan, ada tiga kecamatan diwilayah itu yang masuk dalam kategori kelas resiko tinggi dan paling rawan bencana.

Ketiganya adalah, Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Jombang. “Untuk katogiri resiko sedang yaitu Kecamatan Cibeber dan kelas resiko rendah yakni Kecamatan Citangkil, Kecamatan Grogol, Purwakarta dan Kecamatan Cilegon,” katanya

Dikatakan Lubis, pada tahun 2015 lalu telah terjadi bencana di Kota Cilegon sebanyak 37 kali dengan jenis bencana yaitu banjir, longsor, angin puting beliung, kekeringan dan kegagalan teknologi. **Baca juga: Bupati Zaki: Pembentukan Bank Banten Jangan Dipaksakan.

“Karena wilayah kita adalah wilayah rawan bencana, makanya sebagai langkah konkrit, untuk menyatukan penanggulangan bencana, perlu dilakukan secara terencana, terpadu, terkordinasi dan menyeluruh,” ujarnya. **Baca juga: Kejari Tigaraksa Stop Kasus Tarif Parkir di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Cilegon Purwadi mengatakan, dibutuhkan adanya peranan dari seluruh stakeholder dalam menangani pencegahan bencana di Kota Cilegon. **Baca juga: Wabah BDB Resahkan Warga Kota Tangerang.

“Saya minta dalam forum ini masing-masing SKPD bisa memberikan konstribusi yang positif. Baik bersifat upaya pencegahan maupun mitigasi bencana, sehingga indeks resiko bencana di Kota Cilegon secara bertahap angkanya bisa berkurang,” ungkapnya.(sus)