oleh

Ini Pesan MUI Kota Tangerang Usai Longok Pintu Air

Kabar6-Kondisi kekeringan yang belakangan waktu ini melanda sebagian besar wilayah di Kota Tangerang, kiranya masih cukup mengundang perhatian sejumlah kalangan setempat.

 

Kesan kekecewaan bahkan diungkapkan oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, sesaat setelah bersama-sama melakukan peninjauan ke Bendungan Pintu Air 10, di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

 

“Kita memiliki patokan bahwa dalam kehidupan ini membutuhkan air. Dan, ketentuan itu sendiri memang sudah Allah yang atur. Kita sudah lihat sama-sama bahwa ternyata pasokan air di sumbernya, di sungai ini, sebetulnya ada. Namun, kita juga telah mendapatkan keterangan mengenai ada satu pintu air yang jebol, sehingga air di sini terus mengalir dan menurun,” ungkap Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edy Junaedi, Selasa (11/8/2015).

 

Artinya, kata dia, pihaknya meyakini bahwa bencana kekeringan tersebut terjadi karena adanya human error. Di mana, SDM terkait tidak cermat dalam melaksanakan amanah dalam pekerjaannya.

 

“Saat ini, semakin banyak orang-orang seperti manajer, tetapi ilmunya tidak dipakai. Belanda yang membuat saja bisa, masa kita yang tinggal hanya memperbaiki sampai keteteran. Yang lebih parah, kita tadi dengar, belum selesai tapi sudah tidak ada yang mengerjakan,” cibirnya.

 

Kyai Edy pun menegaskan, bahwa hal ini merupakan peringatan dari Allah SWT, agar setiap manusia dapat senantiasa kembali mengingat syukur nikmat atas apa yang telah diberikan.

 

“Karena telah jelas, kata Allah, kerusakan di Bumi dan di laut, itu adalah oleh karena manusia. Kita pun tadi telah memutuskan dua hal, pertama kita minta ampun kepada Allah, nanti kita mau gebrak orang se-Kota Tangerang atau se-Tangerang Raya, supaya banyak-banyak istigfar. Kemudian, kami akan desak pemerintah agar secepatnya melakukan upaya perbaikan,” tegas dia.

 

Kyai dengan gaya nyentrik itu bahkan akan meminta insiden kerusakan pintu air itu agar dilakukan pengusutan hingga tuntas, mengingat di dalamnya memiliki dampak keberlangsungan hajat umat manusia.

 

Sebab, dia berpendapat, negara memiliki tanggungjawab penuh atas apa yang tengah terjadi dan melanda rakyatnya. ** Baca juga: Berkas Tersangka Alkes Tangsel Dilimpahkan ke PN Serang

 

“Tentu missmanagemen di birokasi ini. Karena Pemerintah Kota bilang Pusat, namun ada juga pengelolaannya oleh Banten dan sebagainya. Intinya harus diusutlah, biar kedepan bisa lebih baik mengelolanya. Negara ini secara tidak langsung telah menzalimi rakyat,” pungkasnya, seraya menyebutkan sedikit ketentuan dalam Islam, bahwa barang siapa yang memiliki tanggung jawab kepada umat, dan mereka menzalimi rakyat, tentu ada ancaman yang akan mereka rasakan nanti di akhirat.(ges)

Berita Terbaru