oleh

Ini 3 Negara yang Disebut Punya Tingkat Prostitusi Tertinggi di Dunia

Kabar6-Pelacuran atau prostitusi adalah pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan. Pelacuran merupakan cabang dari industri seks yang sejajar dengan pornografi, tari telanjang, bahkan segala mata pencaharian yang berkenaan dengan eksploitasi aktivitas seksual dan pertunjukan yang berkenaan dengan seksualitas untuk menghibur orang lain demi mendapatkan materi yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Sudah menjadi rahasia umum, kasus prostitusi marak terjadi di banyak negara di dunia. Meski melanggar norma agama serta kesusilaan, sejumlah negara justru melegalkan prostitusi. Melansir Okezone, berikut tiga negara dengan tingkat prostitusi tertinggi di dunia:

1. Thailand
Thailand mempunyai jumlah pekerja seks terbanyak di dunia, dan menjadi sebuah komoditas dan peluang bisnis besar di Thailand. Meskipun Pemerintah Thailand telah melarangnya, kasus ini masih saja merajalela.

Salah satu tempat wisata malam di Thailand yaitu Patpong atau lebih dikenal dengan red light district di Bangkok, sebagai jantung industri seks. Di wilayah ini terdapat banyak bar yang menawarkan hiburan panas.

2. Brasil
Selain menjadi salah satu tujuan wisata paling populer karena keindahan alamnya, Brasil juga dijadikan sebagai tempat untuk wisata seks. Pada 14 Desember 2021, negara ini bahkan melegalkan prostitusi.

Hanya saja pemerintah melarang berdirinya rumah-rumah bordil dan adanya mucikari. Meski begitu, rumah bordil serta mucikari masih eksis. Kawasan prostitusi di Brasil tidak secara terang-terangan beroperasi. ** Baca juga: Dua Kandidat Wali Kota di Brasil Bertarung MMA Dipicu Perselisihan Politik

3. Spanyol
Spanyol menduduki peringkat tiga sebagai salah satu tempat terbaik untuk wisata seks. Sebagian besar pekerja seks di negara ini berasal dari Amerika Selatan. Red ligt district di Spanyol, seperti Ibiza, Barcelona, dan Madrid adalah tempat bagi penikmat prostitusi.

Di Spanyol, prostitusi sudah menjadi rahasia umum, bahkan juga tidak diundang-undangkan sehingga ada celah untuk melakukannya.

Bisnis panas yang mengeruk keuntungan besar.(ilj/bbs)

Berita Terbaru