oleh

Ingin Jaring Bibit Unggul di MTQ, Jangan Gunakan Peserta Tarkam

Kabar6-Masalah pemain tarikan kampung (Tarkam) telah menjadi “budaya” diberbagai daerah dalam setiap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Hal tersebut mendapatkan perhatian serius dari Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany.

“Orang Pamulang ya membela Pamulang atau orang Pondok Aren yang tinggal di Pondok Aren. Tidak ada lagi dukung mendukung dari daerah lainnya,” pesan Airin, saat melantik Dewan Hakim MTQ ke-IV di Wisma Kopertais UIN, Ciputat Timur, Kamis (7/2/2013).

Airin menegaskan, budaya menggunakan pemain Tarkam sudah sepatutnya dihilangkan. Sebab, menurutnya sudah bukan jamannya lagi atau telah usang. Hal yang menjadi prioritas utama dari masing-masing kecamatan, yakni mampu menghasilkan qori dan qoriah berkualitas (qualifield).

Seluruh pihak yang terlibat didalam MTQ ke-IV memiliki tugas dan tanggung jawab. Sukses dalam arti dan tak kalah pentingnya yakni, mampu menghasilkan qori dan qoriah yang terbaik untuk dapat berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, Airin berharap kepada semua pihak untuk terlebih dulu berjuang mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki. Setelah agenda MTQ ke-IV akan ditindaklanjuti dengan keikutsertaan Kota Tangsel ditingkat Provinsi Banten.

Tentunya semua pihak, baik Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan para pemangku kepentingan lainnya menginginkan piala bergilir yang sebelumnya kandas dapat direbut kembali. Setelah ditingkat Banten dilanjutkan ke tingkat nasional dan lahir pula qori dan qoriah terbaik asal Kota Tangsel mampu mewakili Banten

“Makna MTQ ini harus mampu melakukan pembinaan sehingga melahirkan bibit unggul. Walaupun saya yakin Kabupaten Serang tentunya ingin membuat hattrick (merebut juara tiga kali berturut-turut),”

Berdasarkan data yang dihimpun kabar6.com, berdasarkan surat keputusan walikota Nomor 451.14/Kep.5-Huk/2013 tentang Pengangkatan Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke-IV Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2013. Jumlah anggota dewan hakim sebanyak 89 orang.

Adapun cabang yang diperlombakan yakni, Tilawah Al-Qur’an, Tahfizal, Tafsir, Fahm, Syarh, Khat dan Menulis Ilmiah, serta Qiraat Al-Kutub. Sedangkan perhelatan yang dilangsungkan mulai 9-11 Februari besok, kecamatan Ciputat Timur ditunjuk sebagai tuan rumah.(yud)

Berita Terbaru