oleh

Indikasi Kecurangan di RSU Tangsel Mencuat

Kabar6-Pertemuan belasan dokter RSU Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Komisi II DPRD setempat, Senin (23/9/2013), seolah membuka babak baru dalam polemik di RSU tersebut.

Pasalnya, dalam dialog tersebut, juga mencuat indikasi adanya kecurangan dan pelanggaran yang kini sedang terjadi di RSU Tangsel.

Salah satu indikasi dimaksud adalah, soal dugaan adanya kecurangan dalam proses pembelanjaan obat yang dilakukan oleh pihak menejemen RSU dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Pantauan kabar6.com, indikasi ini mencuat setelah Ketua Komisi II, Siti Chadijah menanyakan perihal keluhan warga tidak mampu yang berobat ke RSU Tangsel, namun diminta menebus obat di klinik luar, dengan harga lumayan mahal.

Para dokter yang ditanya mengaku, hal itu disebabkan banyak stok obat di RSU Tangsel yang kosong. Kondisi itu juga berkaitan dengan pembelanjaan obat yang tidak sesuai dengan rekomendasi merek usulan dokter.

“Misalnya kita usulkan salah satu merek obat, kemudian ditawar oleh pihak dinas. Tawaran itu kita setujui. Tapi kemudian obat yang dibeli justru lebih mahal dari yang telah disepakati,” ujar dokter Imbar, perwakilan dokter RSU Tangsel.

Selain itu, juga ada indikasi bahwa pihak RSU “main mata” dengan klinik, mengingat rujukan penebusan obat diarahkan ke klinik tertentu.

Sedianya, polemik antara para dokter dengan pihak pengelola menejemen RSU Tangsel dan dinas terkait sudah mencuat sejak beberapa hari terakhir.

Berawal dari protes dokter terhadap keberadaan 2 dokter asing ahli orthopaedic asal Malaysia, protes para dokter kemudian melebar hingga ke posisi Direktur rumah sakit setempat yang kini dijabat Neng Ulfa.(turnya)

Berita Terbaru