oleh

Imbas Perang Ukraina, Rusia Kekurangan Pasokan Botox dan Implan Payudara

Kabar6-Ada satu hal yang mungkin luput dari pengamatan, perihal efek yang ditimbulkan akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Sanksi Barat setelah intervensi militer Rusia di Ukraina menyebabkan pasokan produk seperti botox dan implan payudara, yang sebagian besar diimpor dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jerman, menjadi semakin sulit didapat.

Rusia, melansir Newsnpr, diketahui menempati urutan ke-9 secara global soal jumlah prosedur estetika yang dilakukan tiap tahunnya. Menurut International Society of Aesthetic Plastic Surgery, setidaknya ada 621.600 prosedur estetika yang dilakukan pada 2020 lalu. Konsultan Rusia Amiko menyebut, sektor obat-obatan estetika Rusia bernilai US$969 juta pada 2021, naik dua persen dari tahun sebelumnya.

Segera setelah Presiden Vladimir Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, pembuat obat AS AbbVie, yang berada di balik perawatan keriput Botox, menarik diri dari pasar Rusia yang berkembang karena apa yang disebutnya ‘peristiwa tragis’ di Ukraina.

“Pada bulan Maret, kami melihat kepanikan di antara pasien, dokter, dan pemasok,” kata Oksana Vlasova, direktur pengembangan di klinik kecantikan Grandmed di Saint Petersburg. “Permintaan meledak, stok botox habis.”

Sementara Nikolay Bespalov dari RNC Pharma yang menganalisis pasar farmasi Rusia mengungkapkan, pada April dan Mei tidak ada impor botox sama sekali.

Tak hanya kehabisan botox, Rusia juga terancam kehabisan filler asam hialuronat buatan negara-negara di Barat. Filler ini biasanya digunakan untuk membuat bibir jadi lebih penuh, merupakan salah satu prosedur yang sangat populer di negara tersebut.

Implan payudara juga jadi satu hal yang sulit didapatkan karena perang Rusia dan Ukraina. Semua implan payudara di Rusia diimpor, dengan 60 persen berasal dari Amerika Serikat dan 13 persen dari Jerman.

Di tengah masa perang, ahli bedah plastik Dobreikin melihat peluang. Dia ingin memenangkan klien baru dengan tema patriotik. Pada akhir Mei, ia melontarkan gagasan tentang implan ‘RosGrud’ (Payudara Rusia), yang bukannya tembus pandang tetapi berwarna bendera Rusia atau seragam militer.

Salah satu kliennya, Nastella Sokolova (28) yang juga seorang desainer sangat antusias. “Ini cara saya membela Tanah Air saya,” katanya. ** Baca juga: Publik Malaysia Geram, Seorang Pria Masukkan Rokok Elektrik ke Mulut Bayi

Kini Dobreikin sedang mencari pemasok di luar negeri yang bersedia membuatkan implan semacam itu untuknya. Dobreikin memperingatkan agar tidak mengejek proyeknya, menyinggung hukuman keras yang diberlakukan di negara itu bagi siapa pun yang mengkritik tentara.

“Mungkin mereka yang menentang implan patriotik kita juga menentang negara kita?” ujar Dobreikin.(ilj/bbs)