oleh

Ilmuwan Yakin Ada Hujan Berlian di Planet Neptunus dan Uranus

Kabar6-Neptunus dan Uranus dikenal sebagai planet es raksasa, memiliki reaksi fisik yang luar biasa karena di bawah permukaannya dingin, suhu serta tekanan yang tinggi.

Para ilmuwan, melansir sciencedaily, bahkan percaya bahwa berlian dapat terbentuk dan turun sebagai hujan di dua planet tersebut. Bukti eksperimental bahwa fenomena aneh tadi mungkin benar-benar terjadi, telah dilaporkan dalam Nature Communication. Para ilmuwan menggunakan SLAC (National Accelerator Laboratory DoE AS) Linac Coherent Light Sourc (LCLS), untuk mempelajari bagaimana suatu hidrokarbon akan berperilaku di bawah tekanan dan temperatur yang diprediksi 10.000 kilometer di dalam Neptunus.

Di dalam sana, di mana tekanannya sekira 1,5 juta atmosfer dan suhunya 4.730 derajat Celcius, hidrokarbon berpisah dalam unsur-unsur karbon dan hidrogen.

Tes laboratorium menunjukkan, setidaknya seperempat dari gugus karbon bersama dan dalam kelompok itu, karbon berubah menjadi susunan paling kokoh, yaitu berlian.

“Penelitian ini memberikan data tentang fenomena yang sangat sulit untuk dimodelkan secara kompuasi, ‘ketidakmampuan’ dari dua elemen atau bagaimana elemen itu menggabungkan ketika dicampur,” terang Mike Dunne, Direktur LCLS.

Penulis utama penelitian, Dr Dominik Kraus dari Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf, mengatakan bahwa hal ini menunjukkan karbon hampir secara eksklusif membentuk berlian ketika terpisah dan tidak mengambil bentuk transisi cairan. ** Baca juga: Penguin Seukuran Manusia Ternyata Pernah Hidup di Selandia Baru

Hujan berlian di Neptunus dan Uranus memainkan peran penting dalam keseimbangan energi internal planet-planet tersebut. Berlian yang baru terbentuk akan tenggelam, menghasilkan panas saat perlahan-lahan bergesekan dengan material padat di sekitarnya. Ini akan memungkinkan planet-planet tersebut untuk menjaga interior menjadi hangat.

Penelitian ini dapat membantu para ilmuwan untuk memahami Neptunus dan Uranus, serta planet serupa yang dapat ditemukan di luar tata surya dengan teknik yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikembangkan lebih jauh.(ilj/bbs)

Berita Terbaru