oleh

Ilmuwan Klaim Ada 7 Planet Terluar yang Layak Huni

Kabar6-Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan UC Riverside (University of California, Riverside) bernama Stephen Kane mengungkapkan, bintang-bintang lain dapat memiliki tujuh planet mirip Bumi tanpa adanya raksasa gas seperti Jupiter.

Penelitian tersebut telah diterbitkan di Astronomical Journal pada akhir Juli 2020. Dalam sebuah sistem bintang, banyak yang beranggapan bahwa setidaknya sistem itu memiliki satu planet yang mendukung kehidupan.

Namun berdasarkan penelitian terbaru, melansir iflscience, sistem bintang pada exoplanet (planet di luar Tata Surya) diyakini dapat memiliki tujuh planet sekaligus yang dapat menampung kehidupan. Pencarian kehidupan di luar angkasa biasanya difokuskan pada apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai ‘Habitable Zone’ atau Zona Layak Huni. Itu adalah area di sekitar bintang, di mana sebuah planet yang mengorbit memiliki lautan air cair (suatu kondisi untuk kehidupan mirip Bumi).

Kane telah mempelajari Tata Surya terdekat lain bernama Trappist-1, yang memiliki tiga planet mirip Bumi di Zona Layak Huni. Sistem bintang kerdil yang berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi ini dicurigai ilmuwan mempunyai tiga planet yang mendukung kehidupan.

“Ini membuat saya bertanya-tanya tentang jumlah maksimum planet layak huni yang mungkin dimiliki oleh sebuah bintang, dan mengapa bintang kita hanya memiliki satu. Rasanya tidak adil,” kata Kane.

Berdasarkan rilis resmi dari University of California, Riverside, mereka menemukan bahwa beberapa bintang dapat mendukung sebanyak tujuh planet (layak huni). Sementara bintang seperti Matahari kita berpotensi menyimpan enam planet dengan air cair yang mendukung kehidupan.

Lalu, mengapa Tata Surya kita hanya memiliki satu planet yang dapat dihuni jika ia (sebenarnya) mampu mendukung enam planet? Peneliti menjawab, hal tersebut ada kaitannya dengan pergerakan planet-planet itu sendiri.

Tata Surya dapat menampung enam planet layak huni apabila orbit mereka melingkar dibandingkan oval atau tidak beraturan. Kane juga mencurigai Jupiter, yang memiliki massa dua setengah kali lipat dari semua planet lain di Tata Surya, membatasi kemampuan sistem untuk menampung lebih banyak planet layak huni.

“Ini memiliki efek besar pada kelayakhunian Tata Surya kita karena itu masif dan mengganggu orbit lainnya,” jelas Kane. ** Baca juga: Laba-laba dengan Corak Mirip Tato dari Australia Jadi Spesies Baru

Diketahui, para astronom telah meneliti dalam beberapa dekade mengenai apakah sebuah planet dengan massa seperti Jupiter membuat potensi kehidupan lebih dekat atau tidak.

Keberadaan Jupiter diprediksi mempengaruhi jumlah komet pembawa air yang menabrak planet bagian dalam saat planet dalam proses pembentukan.

Setelah penelitian ini, ilmuwan berencana meneliti Beta CVn, satu bintang berjarak 27 tahun cahaya yang diharapkan juga memiliki planet dengan Zona Layak Huni.(ilj/bbs)

Berita Terbaru