oleh

Ilmuwan Australia Ungkap Kesamaan Antara Kecanduan Media Sosial dengan Pecandu Alkohol

Kabar6-Manfaat media sosial (medsos) saat ini tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sehari hari. Dengan kata lain, medsos sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan.

Namun di satu sisi, terlalu sering menggunakan media sosial membuat penggunanya rentan mengalami kecanduan. Bahkan penelitian dari Bond University, Australia, melansir Womantalk, menemukan adanya kesamaan antara pecandu media sosial dengan pecandu alkohol. Kesamaan keduanya terletak pada kondisi psikologis yang mendorong timbulnya perilaku kecanduan ini.

Dalam penelitian bertajuk Disordered Social Media Use and Risky Drinking in Young Adults: Differential Associations with Addiction-Linked Traits ini, sekelompok peneliti melakukan pengamatan terhadap 143 pecandu media sosial. Seluruh partisipan penelitian ini juga diketahui memiliki tingkat konsumsi alkohol yang cukup berisiko.

Dr. Michael Lyvers, peneliti dari Bond University sekaligus pimpinan riset ini, mengungkapkan bahwa baik kecanduan media sosial maupun ketagihan alkohol sama-sama didorong oleh perilaku narsis dan impulsif. Narsisisme didorong oleh perilaku ‘reward sensitivity’ yang dimotivasi oleh adanya peluang memperoleh penghargaan tertentu atas apa yang dilakukan seseorang.

Dalam hal ini contohnya mengunggah selfie di Instagram, membaca berbagai pujian di kolom komentar membuat pengguna media sosial menjadi ketagihan untuk mengunggah lebih banyak selfie.

Sementara itu, sifat impulsif didorong oleh alexithymia, yakni ketidakmampuan dalam mengidentifikasi dan mendeskripsikan perasaan emosional diri sendiri maupun orang lain. Perilaku ini dapat ditemukan pada warganet yang kecanduan media sosial, sekaligus juga pada peminum alkohol yang terus menenggak minumannya secara impulsif.

“Informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat berguna bagi pakar medis yang terlibat dalam menangani kedua gangguan perilaku ini,” jelas Lyvers. “Misalnya, fokus pada sifat impulsif dapat membantu penanganan gangguan perilaku di media sosial, sekaligus juga bagi para pengguna zat berbahaya, seperti alkohol.” ** Baca juga: Sering Putus Asa Tidak Baik untuk Kesehatan Mental

Apakah Anda termasuk salah satu dari pecandu media sosial?(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru