oleh

Ikan Koi Hanako di Jepang Hidup Selama 226 Tahun

Kabar6-Berdasarkan kisah turun temurun di Jepang, salah satu ikan koi dengan umur terpanjang di dunia adalah ikan koi Hanako, yang dipercaya telah hidup selama 226 tahun.

Dalam bahasa Jepang, Hanako berarti ‘gadis bunga’, diyakini lahir pada 1751 dan mati 7 Juli 1977 (7/7/77). Pada musim hujan pertama Horeki (era Jepang sekira 1751), melansir twistedsifter, setelah Jepang mengambil alih panen ikan koi dari Tiongkok, ratusan ikan favorit dinamai dengan Hanako.

Ratusan Hanako dimiliki oleh klan Koshihara dari era Tokugawa dan mereka memberi nama ‘gadis bunga’ atau ‘pelayan bunga’, berdasarkan rasa kasih sayang mereka terhadap ikan tersebut.

Pada 1966, satu-satunya Hanako yang tersisa jatuh menjadi milik Dr. Komei Koshihara, seseorang yang menjadi pemilik terakhir hewan peliharaan legendaris tersebut. Hanako menghabiskan sebagian besar hidupnya kolam dekat lereng gunung sekitar Oppara, Desa Higashi-Shirakawa, Kamo, Prefektur Niigata, Jepang.

Menurut Koshihara, jurang buatan serta kolam khusus didesain untuk Hanako agar ia tetap nyaman. Satu dekade sebelum kematiannya, Koshihara membawa Hanako ke Profesor Masayoshi Hiro, dari Laboratorium Ilmu Hewan, Nagoya Women’s College.

Hiro menganalisis cincin pertumbuhan dalam ikan yang dikenal sebagai annuli, dan menyimpulkan bahwa Hanako berusia tidak kurang dari 215 tahun. Mirip dengan usia pohon yang dihitung berdasarkan diameter cincin di kulit atau batangnya, usia ikan dihitung berdasarkan jumlah cincin (annuli) yang ada di sampel sisiknya.

Menggunakan bantuan dari mikroskop cahaya, Profesor Masayoshi Hiro dapat menentukan usia sebenarnya dari Hanako. Ikan ini dapat tumbuh hingga 70 cm dengan berat sekira 7,5 kilogram.

Rata-rata ikan koi di Jepang hanya hidup 40-50 tahun, sehingga Hanako dianggap cukup menakjubkan karena bisa hidup empat kali lipat lebih lama. ** Baca juga: Meski Tak Lazim, 4 Benda Ekspor Ini Harganya Selangit

Saat itu, Hiro berpendapat bahwa Hanako dapat hidup dalam ratusan tahun karena beberapa faktor termasuk kondisi lingkungan yang tenang, kebersamaan dengan pemiliknya, serta air jernih yang murni dari lereng pegunungan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru