Idul Kurban, Tangsel Diklaim Tidak Endemis Antrax

kabar6.com
Tanda yang dipasang pada hewan ternak untuk kurban yang dijual di lapak kurban.(yud)

Kabar6-Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mewaspadai penyebaran antrax. Makanya lapak dan hewan ternak kurban dipasangi tanda agar konsumen dapat memastikan sebelum membeli.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, bahwa virus penyakit yang disebarkan dari titik lapak pedagang ternak kurban kasusnya jarang terjadi.

“Yang paling diwaspadai di even qurban adalah penyakit anthrax. Itu disebarkan bakteri,” katanya kepada kabar6.com, Kamis (9/8/2018).

Pipit jelaskan, bakteri ini disebarkan oleh spora yang sudah menginfeksi ternak. Gejalanya perakut. Artinya hewan bisa mati dalam kurun waktu 24 jam.

Ia berpesan kepada seluruh pedagang hewan ternak kurban untuk melakukan antisipasi penyebaran penyakit melalui vaksinasi. Itupun harus dilakukan di daerah yang telah dinyatakan endemis.**Baca juga: Rekomendasi MUI Tangsel, Begini Kriteria Hewan Kurban Sesuai Syariat.

“Tangsel tidak (endemis antrax). Jadi lebih ke kontrol lalu lintas ternak,” jelasnya. Pipit menambahkan, pihaknya juga tidak akan melakukan penyemprotan deainfektan.**Baca juga: Lapak dan Hewan Kurban di Tangsel Dipasangi Tanda.

Ternak di lapak-lapak pedagang akan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan dari Puskeswan DKP3 Tangsel secara bertahap. “Lapak akan diberikan sticker jika telah diperiksa dan hewan distempel,” tambahnya.(yud)