oleh

Ibukota Negara Dipindah Ke Kaltim, Ini Pendapat Gubernur Banten

Kabar6-Pemprov Banten tak merasa keberatan terkait rencana pemerintah pusat untuk memindahkan ibukota negara ke Provinsi Kalimantan Timur.

Kebijakan itu dinilai tak akan berpengaruh terhadap Banten, karena sejatinya Jakarta masih disematkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Masih lama, kalau kemarin pernyataan Pak Presiden bahwa Jakarta pusat pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan, enggak ada masalah, enggak terganggu,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim usai menghadiri rapat paripurna di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (28/8/2019).

Mantan Walikota Tangerang dua periode itu menuturkan, penilaiannya itu telah dibuktikan saat Malaysia memindahkan ibukotanya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya.

Saat ini, Kuala Lumpur masih menjadi salah satu daerah maju di Malaysia meski tak lagi berstatus Ibukota Malaysia.

“(Penetapan) Putrajaya (sebagai Ibukota Malaysia) enggak berpengaruh terhadap Kuala Lumpur. Kuala Lumpur tetap maju walau dipindahkan (status ibukotanya) ke Putrajaya,” katanya.

Tak hanya Malaysia, dia juga memberikan contoh negara Australia. Meski ibukotanya adalah Canbera namun daerah-daerah lainnya di negeri kanguru itu tetap memiliki pamornya sendiri.

“Kita lihat saja contoh Canbera kota pemerintahan. Sydney dan Melbourne tetap berkembang, Enggak ada pengaruhnya, investasi juga tidak terganggu,” ungkapnya.

Disinggung apakah rencana pemindahan ibukota telah didiskusikan dengan dirinya selaku kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Jakarta, Wahidin membantahnya.

Menurutnya, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan presiden dan dia tak memiliki kapasitas untuk itu.

“Enggak, kapasitas saya enggak punya (untuk memberikan atau mendiskusikan pemindahan ibukota),” tuturnya.**Baca juga: Operasi Patuh Kalimaya 2019, Pemprov Banten Sasar Penunggak Pajak.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengumumkan ibukota negara pindah ke Kalimantan Timur. Lokasi ibukota negara nanti tepatnya berada di dua kabupaten, yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.(Den)

Berita Terbaru