oleh

Hueek, Ada Kepala Ular dalam Makanan Pesawat

Kabar6-Insiden menjijikkan menimpa maskapai SunExpress yang berbasis di Antalya, Turki. Seorang pramugari diduga menemukan kepala ular yang terpenggal dalam salah satu makanan.

Disebutkan, maskapai tadi memiliki rute dari Ankara ke Dusseldorf. Sementara situs lain mengklarifikasi, pesawat itu terbang dari Antalya ke Wina, Austria. ** Baca juga: 43 Tahun Berkuasa, Mbasogo dari Guinea-Ekuatorial Jadi Presiden Terlama di Dunia

“Seorang pramugari rupanya baru saja menyelipkan makanan yang terdiri dari berbagai macam kentang, sayuran, dan tomat. Setelah beberapa gigitan, kepala ditemukan di nampan,” demikian tulis sebuah laporan.

Dalam sejumlah postingan video di media sosial, melansir Mothership, terlihat benda asing yang diduga sebagai kepala kadal. Setelah insiden kepala ular, SunExpress merilis pernyataan yang mengatakan apa yang terjadi tidak dapat diterima.

“Ini adalah prioritas utama kami bahwa layanan yang berikan kepada tamu di pesawat kami memiliki kualitas tertinggi. Baik tamu maupun karyawan kami memiliki pengalaman penerbangan yang nyaman dan aman,” sebut SunExpress.

Ditambahkan, “Tuduhan dan pemberitaan di media tentang layanan makanan dalam penerbangan benar-benar tidak dapat diterima dan penyelidikan terperinci telah dimulai tentang masalah ini. Sampai proses penelitian yang bersangkutan selesai, semua tindakan dan tindakan pencegahan, termasuk menghentikan pasokan produk terkait, telah segera diambil.”

Namun, Sancak Inflight Services, perusahaan katering yang memasok SunExpress di Ankara, mengklaim bahwa kepala ular itu tidak mungkin berasal dari dapur perusahaan karena protokol yang ketat.

Perusahaan pemasok makanan bersikeras mengatakan, ini karena kondisi teknis dan termal yang digunakan di fasilitas katering dalam penerbangan. Mereka mengaku tidak menggunakan benda asing apa pun yang diduga ada dalam makanan saat memasak.

Sancak mengklaim, makanannya dimasak pada suhu 280 derajat Celsius. Ditegaskan juga, tidak ada hidangan yang terlihat keluar dari makanan yang diproduksi oleh perusahaan.

Hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi bahwa kepala ular yang terlihat relatif segar pasti telah ditambahkan setelah proses memasak, dengan kemungkinan lain adalah bahwa makanan tersebut bahkan bukan oleh perusahaan katering. Sancak juga mengklaim, SunExpress telah gagal memberi mereka sampel makanan dari insiden tersebut.

Diketahui, maskapai SunExpress dimiliki bersama oleh Turkish Airlines dan Lufthansa dan didirikan pada 1989. Maskapai ini terbang ke lebih dari 90 tujuan di seluruh Eropa.(ilj/bbs)